LIMBOTO , Newsline.Id– Tradisi keagamaan masyarakat Gorontalo kembali dihidupkan Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui pelaksanaan Doa Maulid Nabi Muhammad SAW secara serentak di seluruh kecamatan hingga desa, selasa (25/8/2026).
Rangkaian Doa Maulid tingkat kabupaten dipusatkan di Masjid Agung Baiturrahman Limboto. Pada pagi hari, kegiatan diawali pada malam hari hingga pagi dengan dzikir yang diikuti 161 peserta, sebagai bentuk rasa syukur sekaligus momentum untuk mengenang dan mengagungkan kebesaran Nabi Muhammad SAW.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana religius semakin terasa ketika para peserta bersama-sama melantunkan dzikir dan doa, seraya mengenang perjuangan Rasulullah SAW dalam menyebarkan ajaran Islam serta meneladani akhlak dan kepemimpinan beliau.
Bagi Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Doa Maulid bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Tradisi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga warisan keagamaan dan budaya masyarakat Gorontalo, sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah, tokoh agama dan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Gorontalo H. Sofyan Puhi, Wakil Bupati H. Tonny S. Junus, Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Zulfikar Usira, Sekretaris Daerah Sugondo Makmur, unsur Forkopimda, para asisten Sekda, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mengatakan, tradisi Doa Maulid memiliki makna penting bagi masyarakat Gorontalo karena tidak hanya menjadi sarana memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk memanjatkan doa bagi keselamatan dan keberkahan daerah.
“Secara tradisional Pemerintah Daerah melaksanakan Doa Maulid. Insyaallah tradisi ini terus kita laksanakan setiap tahun sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus memohon doa agar daerah dan masyarakat Gorontalo senantiasa diberikan keselamatan, kesejahteraan, keamanan dan keberkahan,” ujar Sofyan.
Menurutnya, pelaksanaan secara serentak hingga tingkat desa menunjukkan bahwa tradisi keagamaan tersebut masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Gorontalo.
Sofyan berharap momentum Maulid Nabi dapat menjadi pengingat agar masyarakat tidak hanya mengenang Rasulullah SAW, tetapi juga menerapkan nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah SAW, memperkuat persaudaraan, menjaga silaturahmi dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat,” tandasnya.
Melalui pelaksanaan Doa Maulid ini, Pemkab Gorontalo berharap nilai-nilai religius, adat dan kebersamaan yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Gorontalo dapat terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi mendatang.










