LIMBOTO, newsline.id – Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) Perwakilan Provinsi Gorontalo mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam upaya pengendalian AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM) di Kabupaten Gorontalo. Langkah tersebut penting agar target Ending ATM 2030 dapat dicapai melalui dukungan program dan anggaran dari berbagai pemangku kepentingan.
Komitmen itu terlihat dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Peningkatan Koordinasi Kemitraan ADINKES bersama Pemerintah Kabupaten Gorontalo yang berlangsung di Serenity Cafe, Limboto, Kamis (23/7/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, perbankan, TP PKK, Baznas, PMI, organisasi masyarakat, hingga perangkat daerah non-kesehatan untuk menyusun dukungan bersama terhadap pengendalian ATM.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Ismail AKase memaparkan kondisi terkini penanganan penyakit ATM di daerah. Berdasarkan data yang dipresentasikan, terdapat 397 kasus Tuberkulosis dan 139 kasus HIV/AIDS yang seluruhnya masih dalam penanganan. Ia juga menjelaskan bahwa pengendalian HIV/AIDS menghadapi tantangan karena mobilitas sebagian penderita yang cukup tinggi sehingga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak di luar sektor kesehatan.
Pada kesempatan itu, Adinkes mengidentifikasi sejumlah kegiatan prioritas melalui kemitraan, baik oleh OPD non-kesehatan, dunia usaha melalui program CSR, Baznas maupun organisasi masyarakat. Skema tersebut diharapkan memperkuat upaya pencegahan sekaligus memperluas jangkauan layanan kepada kelompok sasaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo Apriyani Katili menjelaskan bahwa penanganan penderita ATM tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga persoalan sosial. Menurutnya, kemiskinan dan masih adanya stigma di masyarakat menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui pelayanan sosial, rehabilitasi sosial, pemberdayaan, pendampingan, serta rujukan lintas sektor.
Melalui forum tersebut, ADINKES bersama Pemerintah Kabupaten Gorontalo mendorong lahirnya rencana tindak lanjut yang melibatkan perangkat daerah, perusahaan, organisasi masyarakat, dan berbagai mitra pembangunan sehingga dukungan terhadap program pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria semakin terintegrasi menuju target Ending ATM 2030.










