LIMBOTO , NEWSLINE. ID— Perpustakaan di era digital tidak boleh berhenti sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku. Perannya harus berkembang menjadi pusat pengetahuan, informasi, pembelajaran, dan ruang tumbuh masyarakat yang mampu berpikir kritis.
Hal itu disampaikan Bunda Literasi Kabupaten Gorontalo Ny. Maryam Sofyan Puhi saat memberikan sambutan pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Pustakawan, Guru, dan Penggiat Literasi Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Maryam mengatakan, derasnya arus informasi digital menghadirkan tantangan baru dalam dunia literasi. Masyarakat tidak cukup hanya mampu mengakses informasi, tetapi juga harus memiliki kemampuan memilah, memeriksa validitas, memahami relevansi, serta memanfaatkannya secara bijak dan bertanggung jawab.
“Literasi informasi menjadi kemampuan penting untuk membentuk masyarakat yang cerdas, kritis, produktif, dan beretika. Pustakawan, guru, dan penggiat literasi adalah garda terdepan dalam membangun budaya literasi di tengah masyarakat,” ujar Maryam.
Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu penentu kemajuan daerah. Fondasi tersebut harus diperkuat melalui pengetahuan, budaya membaca, dan kecakapan literasi yang baik.
Karena itu, Maryam mendorong perubahan paradigma dalam pengelolaan perpustakaan. Perpustakaan harus mampu menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi.
“Saya mengajak seluruh pihak untuk mengubah paradigma fungsi perpustakaan. Perpustakaan tidak boleh lagi dipandang sekadar tempat penyimpanan buku konvensional, tetapi harus bertransformasi menjadi pusat pembelajaran, pusat informasi, pusat inovasi, serta ruang tumbuh masyarakat yang berpengetahuan,” katanya.
Ia juga menegaskan, gerakan literasi membutuhkan kolaborasi pemerintah, institusi pendidikan, perpustakaan, keluarga, dan komunitas. Literasi harus dibangun sebagai gerakan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Maryam berharap Bimtek tersebut mampu meningkatkan kompetensi para pustakawan, guru, dan penggiat literasi agar semakin profesional, kreatif, dan inovatif dalam mengembangkan budaya baca di lingkungan masing-masing.
“Manfaatkan kegiatan ini untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring kolaborasi yang kuat demi kemajuan literasi Kabupaten Gorontalo,” tandasnya










