LIMBOTO, Newsline.id — Peralihan tugas menjadi bagian dari dinamika pengabdian seorang aparatur. Dari pelayanan sosial menuju pelayanan kesehatan, Afriyani Katili, SKM., M.Kes., kini mendapat amanah baru sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo.
Afriyani resmi menempati jabatan tersebut setelah dilantik Bupati Gorontalo Sofyan Puhi bersama 29 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lainnya pada Kamis (17/9/2026). Pelantikan berlangsung di halaman Kantor Bupati Gorontalo dan menjadi bagian dari penataan organisasi perangkat daerah dalam struktur SOTK baru Pemkab Gorontalo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, Afriyani Katili dipercaya memimpin Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo. Selama berada di sektor sosial, dirinya berhadapan langsung dengan berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat, terutama menyangkut pelayanan serta perlindungan sosial.
Kini, pengalaman tersebut menjadi modal dalam menjalankan amanah baru di bidang kesehatan sektor yang juga bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Sehari setelah pelantikan, Jumat (18/9/2026), proses pergantian kepemimpinan itu dilanjutkan melalui Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo.
Sertijab tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Sugondo Makmur, jajaran Dinas Kesehatan, serta para kepala dan jajaran Puskesmas se-Kabupaten Gorontalo.
Kehadiran jajaran Dinas Kesehatan dan Puskesmas menjadi bagian penting dalam memastikan kesinambungan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sebab, Puskesmas merupakan salah satu ujung tombak pemerintah daerah yang bersentuhan langsung dengan warga di tingkat kecamatan dan desa.
Dalam momentum tersebut, disampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ismail T. Akase, SKM., M.Kes., atas dedikasi, pengabdian dan kontribusinya selama mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo.
Estafet kepemimpinan kemudian dilanjutkan kepada Afriyani Katili dengan harapan mampu memperkuat pelayanan kesehatan yang responsif, mudah dijangkau dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Peralihan dari Dinas Sosial ke Dinas Kesehatan juga menghadirkan tantangan pengabdian yang berbeda. Namun, keduanya memiliki satu titik temu, yakni sama-sama menempatkan masyarakat sebagai pusat pelayanan pemerintah.
Pengalaman Afriyani dalam menangani berbagai persoalan sosial diharapkan dapat menjadi bekal dalam memahami kebutuhan masyarakat secara lebih luas, termasuk ketika masyarakat membutuhkan akses layanan kesehatan yang cepat, tepat dan manusiawi.
Di sisi lain, tantangan Dinas Kesehatan tidak hanya berada di tingkat kebijakan, tetapi juga memastikan pelayanan di Puskesmas berjalan optimal, tenaga kesehatan mendapat dukungan yang memadai, serta program kesehatan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Karena itu, penguatan koordinasi antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan hingga desa menjadi bagian penting dari kepemimpinan baru tersebut.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan bukan sekadar perubahan jabatan, tetapi menjadi bagian dari kesinambungan pengabdian dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Gorontalo.
Dengan pengalaman pelayanan sosial yang telah dijalani, Afriyani kini memasuki ruang pengabdian baru memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat mendapat perhatian, pelayanan semakin dekat, dan setiap warga memperoleh layanan yang layak.
Sehat Masyarakatnya, Hebat Petugasnya, Maju Daerahnya.










