Limboto,newsline.id— Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus memanfaatkan ruang komunikasi publik sebagai sarana memperkenalkan berbagai program pembangunan kepada masyarakat. Salah satunya melalui Podcast Mopoolamahu Lipu yang diproduksi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Gorontalo.
Pada episode terbaru yang disiarkan Senin (27/7), Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gorontalo, Viktor Asiku, hadir sebagai narasumber untuk mengulas inovasi Pagar Warung (Paket Gerak Akselerasi Restocking Warung), sebuah program yang dirancang untuk memperkuat ketahanan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan warung tradisional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam dialog tersebut, Viktor menjelaskan bahwa warung kelontong masih menjadi denyut utama aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Karena itu, pemerintah daerah berupaya memastikan warung-warung kecil memiliki akses yang lebih mudah terhadap pasokan barang kebutuhan pokok dengan harga yang lebih kompetitif.
Menurutnya, Program Pagar Warung dibangun dengan konsep rantai pasok yang lebih efisien sehingga proses pengadaan kembali stok barang dapat berlangsung lebih cepat. Langkah ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan bahan pokok, mengurangi biaya distribusi, sekaligus memperkuat daya saing warung tradisional di tengah perkembangan usaha ritel modern.
Lebih dari sekadar menjaga kelancaran distribusi, program tersebut juga diarahkan untuk mendukung stabilitas harga di daerah. Ketersediaan barang yang terjamin diyakini dapat membantu mengendalikan gejolak harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
“Melalui Program Pagar Warung, kami ingin mempercepat perputaran ekonomi di tingkat masyarakat. Warung-warung kecil perlu didukung agar tetap memiliki stok barang yang memadai sehingga usahanya terus berkembang dan mampu bersaing,” ujarnya.
Inovasi yang diperkenalkan tidak hanya menjadi informasi bagi masyarakat, tetapi juga mencerminkan upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, memperkuat pelaku usaha kecil, serta mewujudkan pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.










