LIMBOTO, Newsline .id– Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FK-P4S) memanfaatkan ajang Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII di Kabupaten Gorontalo sebagai wadah penguatan sumber daya manusia (SDM), pertukaran inovasi, serta pengembangan jejaring bisnis sektor pertanian.
Temu Profesi FK-P4S yang berlangsung di Aula Gedung Guru (PGRI) Kabupaten Gorontalo, Minggu (21/6), dibuka langsung oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dr. Tedy Dirhamsyah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tedy mengatakan FK-P4S memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menciptakan petani yang mandiri, profesional, dan berdaya saing melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan.
Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang bagi para petani, pelaku usaha, dan eksportir komoditas pertanian dari berbagai daerah untuk saling bertukar pengalaman dan membangun kolaborasi.
“Di sini ada bisnis matching, kerja sama dengan pihak swasta, hingga pengembangan pemasaran produk pertanian baik untuk pasar domestik maupun internasional,” kata Tedy.
Ia menjelaskan, FK-P4S juga aktif mendorong keterlibatan generasi muda melalui program magang internasional ke Jepang dan Taiwan.
Bahkan, Jepang telah mengakui standar pelatihan FK-P4S melalui skema Specified Skilled Worker (SSW), yang membuka peluang bagi tenaga kerja Indonesia untuk berkarier sebagai tenaga profesional di sektor pertanian Jepang.
Tedy berharap pengukuhan FK-P4S Provinsi Gorontalo dapat menjadi momentum untuk memperkuat sektor pertanian daerah yang memiliki potensi besar tidak hanya pada komoditas jagung, tetapi juga perkebunan, perikanan, dan kelautan.
Menurutnya, PENAS KTNA XVII menjadi kesempatan berharga bagi Gorontalo untuk belajar dari berbagai daerah dan mempercepat pengembangan komoditas unggulan yang berdaya saing nasional maupun internasional.
“Forum nasional ini diharapkan dapat menjadikan Gorontalo sebagai salah satu contoh pengembangan pembangunan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan,” pungkasnya.










