LIMBOTO, Newsline. Id — Bergerak tanpa henti demi keselamatan masyarakat, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Afriyani Katili, turun langsung memimpin penanganan lonjakan kasus malaria di Desa Lamu, Kecamatan Batudaa Pantai, Kamis (24/9/2026). Lepas menuntaskan tugas pelayanan kantor yang padat sepanjang hari, Afriyani bersama timnya menerjang jarak menuju lokasi guna memastikan penanganan medis dan intervensi epidemiologi berjalan cepat serta optimal.
Aksi sigap lapangan ini merespons ditemukannya kasus terkonfirmasi positif malaria pada warga Desa Lamu. Kasus awal terdeteksi sejak Minggu (20/9/2026) saat empat warga berobat di terdekat di daerah ini , diikuti enam warga lainnya pada hari berikutnya. Mayoritas warga yang terpapar diketahui memiliki riwayat aktivitas di area pertambangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tanpa menunda waktu, Afriyani bersama jajaran Staf Dinas Kesehatan meluncur ke lokasi untuk mengomandoi langsung langkah darurat penanganan di lapangan.
”Kami langsung berkoordinasi dengan tim Puskesmas Batudaa Pantai untuk melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) dan Active Case Finding. Kami ingin memastikan seluruh warga yang berisiko terdeteksi dan mendapatkan penanganan medis secepat mungkin agar rantai penularan baru dapat diputus,” ujar Afriyani tegas di sela-sela peninjauan kawasan terdampak.
Kehadiran pimpinan Dinas Kesehatan hingga larut malam ini tidak hanya untuk memantau kondisi pasien, tetapi juga membakar semangat para tenaga kesehatan (nakes) di garda terdepan. Pada kesempatan tersebut, Kadikes menyerahkan secara langsung bantuan alat Rapid Diagnostic Test (RDT) Malaria ke pihak puskesmas guna menunjang penelusuran kasus secara masif dan berkelanjutan.
Usai memimpin penyisiran di lapangan, Kepala Dinas Kesehatan langsung melaporkan hasil penanganan darurat tersebut kepada Bupati Gorontalo
Dirinya melaporkan hasil kunjungan kerja dan penanganan lapangan di Puskesmas Batudaa Pantai. Pada hari ini, Kamis, 24 September 2026, Dinas Kesehatan bersama tim puskesmas telah melaksanakan kegiatan survei kontak erat kasus malaria di sekitar kediaman pasien yang meninggal dunia, serta seluruh lingkungan pemukiman pasien terkonfirmasi malaria lainnya di Desa Lamu, Kecamatan Batudaa Pantai.
Dalam pelaksanaan hari ini, tim berhasil melakukan pemeriksaan survei kontak terhadap 45 orang warga, dengan hasil pemeriksaan seluruhnya negatif.
Kegiatan penelusuran masif ini didukung penuh oleh Pemerintah Desa Lamu yang membantu memfasilitasi pengumpulan warga di sekitar kediaman penderita. Aksi penelusuran akan terus dilanjutkan besok hari dengan target sasaran pemeriksaan sebanyak 50 orang warga.
Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo kini tengah menyiapkan langkah intervensi lingkungan, seperti focal spraying (penyemprotan fokus), guna membasmi nyamuk vektor penular malaria.
“Masyarakat Kabupaten Gorontalo, khususnya di sekitar kawasan tambang dan wilayah Batudaa Pantai, diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Warga yang mengalami gejala demam, menggigil, atau sakit kepala diminta untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas Batudaa Pantai atau fasilitas kesehatan terdekat” imbuhnya










