Jembatan Desa Harapan Roboh, Ketua Mohammad Amin Minta PUPR Segera Turun
BOALEMO, newsline.id — Jembatan kayu yang berada di wilayah RT 15, Desa Harapan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, dilaporkan roboh. Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Boalemo, Mohammad Amin.
Mohammad Amin meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boalemo bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera turun melakukan monitoring terhadap kondisi jembatan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, langkah pemantauan di lapangan diperlukan sebagai tindakan taktis pemerintah daerah, mengingat jembatan tersebut merupakan salah satu akses yang digunakan masyarakat.
“Agar segera dimonitor, ini untuk langkah taktis terhadap jembatan RT 15 Desa Harapan.” ujar Mohammad Amin.
Ia mengatakan, pemerintah daerah perlu mengetahui secara langsung kondisi terkini di lokasi, termasuk dampak robohnya jembatan terhadap aktivitas dan akses masyarakat setempat.
Mohammad Amin juga memahami bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Boalemo masih menunggu realisasi anggaran dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penanganan infrastruktur yang terdampak bencana.
Ia menyebut, seluruh dokumen pengajuan anggaran kepada BNPB Nasional telah rampung. Karena itu, monitoring di lapangan dinilai penting agar pemerintah dapat menyiapkan langkah penanganan sementara maupun tindak lanjut sembari menunggu realisasi anggaran tersebut.
“Meskipun kita semua tahu bahwa saat ini Pemda Boalemo sedang menunggu realisasi anggaran dari BNPB Nasional yang sudah rampung seluruh dokumen pengajuannya.” jelasnya.
Dengan robohnya jembatan tersebut, perhatian dan respons cepat dari instansi terkait diharapkan dapat dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat sekaligus menjaga akses warga di wilayah RT 15 Desa Harapan.
Pemerintah daerah melalui BPBD dan PUPR diharapkan segera melakukan pengecekan kondisi jembatan serta menentukan langkah penanganan yang diperlukan berdasarkan hasil monitoring di lapangan. (*)










