LIMBOTO, NEWSLINE. ID– Guru bukan sekadar mengajar di depan kelas. Di tengah perubahan dunia pendidikan yang semakin cepat, guru dituntut terus belajar, beradaptasi dan menghadirkan cara-cara baru agar pembelajaran semakin bermakna bagi peserta didik.
Semangat itulah yang dibangun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo melalui Lomba Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Transformatif Tahun 2026 yang mengusung tema “GTK Hebat dan Restoratif, Menginspirasi Tanpa Henti untuk Indonesia Kuat”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 23–24 September 2026, menjadi ruang bagi guru dan tenaga kependidikan dari jenjang TK/PAUD, SD dan SMP untuk menunjukkan karya, inovasi, dedikasi dan praktik baik yang telah mereka lakukan di lingkungan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Jurni Biahimo, mengatakan lomba GTK Transformatif bukan semata-mata mencari siapa yang terbaik, tetapi menjadi bagian dari upaya memberikan ruang apresiasi sekaligus mendorong guru untuk terus mengembangkan diri.
Menurut Jurni, guru memiliki peran penting dalam menentukan kualitas proses belajar peserta didik. Karena itu, kreativitas dan inovasi yang dimiliki guru perlu terus tumbuh dan mendapat ruang untuk dikembangkan.
“Lomba GTK Transformatif ini dilaksanakan setiap tahun untuk memberikan penghargaan terhadap prestasi, dedikasi, kinerja dan inovasi terbaik yang diberikan oleh guru dan tenaga kependidikan di Kabupaten Gorontalo. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan prestasi pendidikan di daerah,” ujarnya.
Lomba ini diikuti guru dan tenaga kependidikan dari berbagai jenjang, mulai dari TK, PAUD, SD hingga SMP.
Dari 237 peserta yang mendaftar, setelah melalui seleksi video dan naskah, sebanyak 102 peserta dinyatakan lolos untuk mengikuti tahapan penilaian Presentase dan Wawancara.
Angka tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa sekolah-sekolah di Kabupaten Gorontalo memiliki banyak guru dan tenaga kependidikan yang memiliki gagasan, kreativitas serta pengalaman baik yang dapat dikembangkan menjadi praktik pembelajaran yang bermanfaat.
Dalam proses penilaian, peserta menunjukkan berbagai inovasi yang berkaitan dengan pembelajaran mendalam, Digitalisasi Sekolah, penguatan karakter, pengembangan lingkungan sekolah hingga upaya menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Penilaian mencakup aspek prestasi, dedikasi, kinerja dan inovasi. Keempat aspek tersebut menjadi bagian penting dalam melihat kontribusi peserta, baik dalam menjalankan tugas maupun dalam menghadirkan perubahan positif di lingkungan sekolah.
Lomba ini juga menguatkan empat pilar GTK transformatif, yakni inovatif, kolaboratif, berkarakter dan berdaya saing.
Keempat pilar tersebut menjadi penting karena pendidikan tidak hanya berbicara tentang capaian akademik. Sekolah juga memiliki tanggung jawab membentuk peserta didik yang memiliki karakter, mampu bekerja sama, kreatif serta siap menghadapi perkembangan zaman.
Jurni berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bertemunya berbagai gagasan dan pengalaman para pendidik. Dengan demikian, inovasi yang ditampilkan dalam lomba tidak berhenti pada kegiatan penilaian, tetapi dapat dibagikan dan diterapkan di sekolah lain.
“Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik. Inovasi yang lahir dari para guru diharapkan dapat dikembangkan dan memberikan manfaat bagi sekolah-sekolah lainnya,” kata Jurni.
Menurutnya, ketika praktik baik guru dapat dibagikan dan diterapkan secara lebih luas, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh satu sekolah. Dampaknya dapat dirasakan lebih banyak peserta didik dan pada akhirnya ikut mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Gorontalo.
Karena itu, Lomba GTK Transformatif diharapkan menjadi bagian dari budaya pendidikan yang mendorong guru untuk terus belajar, berani mencoba hal baru dan tidak berhenti melakukan perbaikan dalam proses pembelajaran.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti tahapan penilaian yang dilakukan tim juri dari unsur akademisi, pengawas pendidikan dan birokrasi.
Bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, guru yang hebat bukan hanya guru yang mampu menyampaikan pelajaran dengan baik, tetapi juga guru yang mau terus belajar, memahami kebutuhan peserta didik, berkolaborasi dengan lingkungan sekolah dan menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata.
Dengan semangat “Guru Hebat, GTK Keren”, Lomba GTK Transformatif Tahun 2026 diharapkan melahirkan lebih banyak praktik baik dari ruang-ruang kelas di Kabupaten Gorontalo praktik yang dapat menginspirasi guru lainnya dan ikut membangun pendidikan yang semakin berkualitas, adaptif dan berkelanjutan.
Jurni menambahkan bahwa peserta Lomba GTK Transformatif yang mendapat predikat Juara 1 dalam kegiatan lomba tersebut akan mewakili Kabupaten Gorontalo dalam ajang Apresiasi GTK tahun 2026 di tingkat Provinsi Gorontalo.
Adapun Puncak Apresiasi GTK transformatif Kabupaten Gorontalo direncanakan akan dilaksanakan pada pekan ke 2 Bulan OKtober 2026. Pada acara puncak tersebut akan dihadiri oleh PImpinan Daerah, Perwakilan Legislatif, UPT Kemendikdasmen, Peserta Lomba dan stakeholder Pendidikan lainnya.”
Puncak Apresiasi GTK Transformatif tahun 2026 digelar sebagai bentuk Komitmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo untuk mendukung Visi Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo mewujudkan Restorasi pada bidang Pendidikan Kabupaten Gorontalo yang berkemajuan dan berkelanjutan










