Kerangka di Perkebunan Tebu Diduga Perempuan, DNA Diuji 3–4 Minggu

Sunday, 27 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOALEMO, newsline.id — Identitas kerangka manusia yang ditemukan di area perkebunan tebu milik PT PG Gorontalo, Desa Bongo Tua, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, hingga kini masih belum terungkap.

Hasil pemeriksaan awal tim medis Polda Gorontalo menunjukkan kerangka tersebut diduga berjenis kelamin perempuan, dengan perkiraan usia antara 17 hingga 25 tahun.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Gorontalo, AKBP Dr. dr. Dhiwangkoro Aji Kadarmo, mengatakan pemeriksaan terhadap kerangka melibatkan sejumlah ahli, mulai dari kedokteran forensik, kedokteran gigi forensik hingga ahli DNA.

ADVERTISEMENT

website

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut disampaikan Dhiwangkoro dalam konferensi pers pada Sabtu malam, 26 September 2026.

Menurutnya, kondisi kerangka sudah tidak lengkap. Kondisi tersebut diduga terjadi akibat proses pembusukan yang berlangsung cukup lama hingga tubuh mengalami skeletonisasi dan mumifikasi.

“Untuk perkiraan usia, kami mendapatkan rentang sekitar 17 sampai 25 tahun,” ujar Dhiwangkoro.

Selain jenis kelamin dan perkiraan usia, pemeriksaan awal juga menemukan karakteristik kerangka yang diperkirakan berasal dari individu dengan ras Mongoloid.

Meski demikian, Dhiwangkoro menegaskan bahwa hasil pemeriksaan medis tersebut belum dapat memastikan identitas maupun usia korban secara definitif.

Untuk memastikan identitas, Polda Gorontalo akan melakukan pemeriksaan DNA dengan membandingkan sampel DNA dari kerangka dengan DNA keluarga.

Sampel pembanding rencananya akan diambil dari kedua orang tua Echa, seorang perempuan yang sebelumnya dilaporkan hilang.

“Dengan pemeriksaan DNA ini, kami harapkan identitasnya bisa dipastikan dan tidak terbantahkan,” kata Dhiwangkoro.

Pemeriksaan DNA diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat minggu. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan apakah kerangka yang ditemukan memiliki hubungan biologis dengan keluarga Echa.

Polda Gorontalo memastikan perkembangan hasil pemeriksaan akan disampaikan kepada publik setelah hasil pemeriksaan DNA diterima.

Dengan demikian, untuk saat ini identitas kerangka yang ditemukan di kawasan perkebunan tebu PT PG Gorontalo tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan DNA. (*)

Berita Terkait

Bupati Sofyan: Inovasi Daerah Jadi Pendorong Peningkatan Kinerja OPD
Diduga Jadi Pengumpul Atensi PETI Taluditi, Nama Oknum Intel Kodam Palu Kevin Mencuat
Momentum Hari Kesaktian Pancasila, Zulfikar Serukan Persatuan dan Gotong Royong Bangun Kabupaten Gorontalo
SiPaTerJam Diluncurkan: Ketika Pelayanan Jaminan Kesehatan Tak Lagi Dimulai dari Antrean
Kadisdikbud Jurni Biahimo Konsolidasikan 19 Korwil, Perkuat Tata Kelola Pendidikan
Kemenag Kabgor Terbitkan 64 Buku Nikah, Isbat Nikah Terpadu Permudah Warga Dapat Kepastian Hukum
Jurni Biahimo: Guru PPPK Kabupaten Gorontalo Akan Digaji Pusat Mulai Januari 2027
Gelar Evaluasi Mutu Puskesmas, Dinkes Kabupaten Gorontalo Perkuat Kualitas dan Keselamatan Pelayanan

Berita Terkait

Thursday, 1 October 2026 - 15:04 WITA

Bupati Sofyan: Inovasi Daerah Jadi Pendorong Peningkatan Kinerja OPD

Thursday, 1 October 2026 - 12:37 WITA

Diduga Jadi Pengumpul Atensi PETI Taluditi, Nama Oknum Intel Kodam Palu Kevin Mencuat

Thursday, 1 October 2026 - 12:09 WITA

Momentum Hari Kesaktian Pancasila, Zulfikar Serukan Persatuan dan Gotong Royong Bangun Kabupaten Gorontalo

Thursday, 1 October 2026 - 08:38 WITA

SiPaTerJam Diluncurkan: Ketika Pelayanan Jaminan Kesehatan Tak Lagi Dimulai dari Antrean

Wednesday, 30 September 2026 - 09:28 WITA

Kemenag Kabgor Terbitkan 64 Buku Nikah, Isbat Nikah Terpadu Permudah Warga Dapat Kepastian Hukum

Berita Terbaru

Kab. Gorontalo

Bupati Sofyan: Inovasi Daerah Jadi Pendorong Peningkatan Kinerja OPD

Thursday, 1 Oct 2026 - 15:04 WITA