GORONTALO, newsline id— Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, H. Mahmud Y. Bobihu, melantik 36 pengurus Badan Takmirul Masjid Hunto Sultan Amay Gorontalo periode 2026–2029, Jumat (14/8/2026).
Pelantikan berlangsung di Masjid Bersejarah Hunto Sultan Amay, Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Gubernur Gorontalo, Karo Kesra Provinsi Gorontalo Yasir Arafat Dama, Rektor UIN Sultan Amai Gorontalo Ahmad Faisal bersama para wakil rektor dan jajaran, anggota DPRD Kota Gorontalo, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Gorontalo, Kapolsek Kota Selatan, serta sejumlah pejabat pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelantikan ditandai dengan pengucapan sumpah/janji dan penyerahan amanah kepada 36 pengurus yang akan menjalankan tugas mengelola sekaligus memakmurkan Masjid Hunto Sultan Amay.
Dalam sambutannya, Mahmud Y. Bobihu mengatakan, pelantikan pengurus takmirul masjid menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola dan mengoptimalkan fungsi masjid di tengah masyarakat.
Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai pusat pembinaan keagamaan, pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan.
“Masjid memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan umat. Karena itu, kepengurusan yang baru dilantik diharapkan dapat menjalankan amanah dengan baik serta terus menghidupkan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan,” ujar Mahmud.
Ia berharap keberadaan Badan Takmirul Masjid dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam memakmurkan masjid melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan umat.
Khusus Masjid Hunto Sultan Amay, Mahmud menekankan pentingnya menjaga nilai sejarah yang melekat pada masjid tersebut. Menurutnya, masjid bersejarah ini memiliki peran penting dalam perkembangan Islam di Gorontalo sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara profesional tanpa mengabaikan nilai sejarah dan keberadaannya sebagai warisan keagamaan masyarakat Gorontalo.
“Masjid Hunto Sultan Amay memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi masyarakat Gorontalo. Pengelolaannya perlu dilakukan secara baik, sehingga nilai sejarah, fungsi keagamaan, serta kemanfaatannya bagi masyarakat dapat terus terjaga,” tambahnya.
Lebih lanjut, Mahmud meminta pengurus yang baru dilantik membangun sinergi dengan pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjalankan program kemasjidan.
Sinergi tersebut dinilai penting agar Masjid Hunto Sultan Amay tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga ruang yang memberikan manfaat sosial dan kemaslahatan bagi masyarakat.
“Semoga kepengurusan yang baru dapat membawa kemajuan bagi Masjid Hunto Sultan Amay dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tukasnya.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang dilantik dan berharap amanah tersebut dijalankan secara profesional, bertanggung jawab, serta berorientasi pada peningkatan pelayanan keagamaan dan kemaslahatan umat.
“Selamat kepada 36 pengurus Badan Takmirul Masjid Hunto Sultan Amay Gorontalo. Mudah-mudahan dapat menjalankan amanah secara profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan keagamaan serta kemaslahatan umat,” pungkasnya.










