GORONTALO, newsline id– Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, H. Mahmud Y. Bobihu, menegaskan pentingnya menjadikan evaluasi capaian kinerja sebagai budaya kerja di seluruh satuan kerja (satker) Kementerian Agama. Menurutnya, evaluasi bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, melainkan instrumen strategis untuk memastikan setiap program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Mahmud saat memimpin Rapat Evaluasi Capaian Kinerja (Capkin) Triwulan II Tahun 2026 yang digelar di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Gorontalo. Rapat diikuti para pejabat administrator Kanwil selaku pengendali indikator kinerja, Kepala Subbagian Tata Usaha dan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama kabupaten/kota, Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN), serta operator pengelola kinerja dari masing-masing satuan kerja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Keputusan Menteri Agama Nomor 1807 Tahun 2025 tentang Pedoman Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja, dan Penilaian Kinerja Organisasi. Evaluasi dilakukan untuk mengukur capaian indikator kinerja Triwulan II Tahun 2026, menilai efektivitas pelaksanaan program dan anggaran, sekaligus mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu diperkuat agar target organisasi dapat tercapai secara optimal.
Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, evaluasi kali ini dikemas dalam format seminar. Setiap satuan kerja hadir bersama tim untuk memaparkan capaian indikator kinerja, realisasi program dan anggaran, perkembangan pelaksanaan kegiatan, hingga berbagai tantangan yang dihadapi selama Triwulan II. Forum tersebut juga menjadi ruang diskusi dan klarifikasi guna memperoleh gambaran yang komprehensif terhadap pelaksanaan program di setiap satker.
Tim Kerja Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Gorontalo memandu jalannya evaluasi dengan menyampaikan hasil penilaian capaian kinerja masing-masing satuan kerja. Selanjutnya, setiap satker mempresentasikan hasil pelaksanaan program, menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi pencapaian indikator, serta memaparkan strategi percepatan terhadap target yang belum terpenuhi.
Dalam arahannya, Mahmud menekankan bahwa keberhasilan organisasi tidak cukup diukur dari terpenuhinya target administrasi. Yang lebih penting, kata dia, adalah memastikan setiap program mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Evaluasi capaian kinerja harus menjadi budaya kerja di setiap satuan kerja. Melalui evaluasi yang objektif dan berbasis data, kita dapat mengetahui keberhasilan yang telah dicapai, mengidentifikasi berbagai kendala, serta menyusun langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program pada periode berikutnya,” ujar Mahmud.
Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk terus memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaporan kinerja, serta menjadikan hasil evaluasi sebagai dasar penyempurnaan program secara berkelanjutan.
“Dengan pengelolaan kinerja yang semakin baik, saya optimistis seluruh satuan kerja mampu mencapai indikator yang telah ditetapkan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang semakin profesional, efektif, dan akuntabel,” tegasnya.
Melalui evaluasi tersebut, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya membangun tata kelola pemerintahan yang adaptif, transparan, dan berorientasi pada hasil. Hasil evaluasi Triwulan II Tahun 2026 diharapkan menjadi pijakan bagi seluruh satuan kerja untuk terus meningkatkan kualitas kinerja organisasi serta memperkuat kontribusi Kementerian Agama dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.










