Mahmud Y. Bobihu Perkuat Data Madrasah, 302 Operator Digembleng EMIS 4.0

Monday, 28 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

GORONTALO, newsline.id — Pengelolaan data pendidikan madrasah di Provinsi Gorontalo terus diperkuat. Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Gorontalo membekali 302 operator madrasah dan Admin EMIS Kabupaten/Kota melalui Refreshment Penggunaan Aplikasi EMIS 4.0 dan Implementasi Aplikasi EMIS GTK.

Kegiatan yang berlangsung 28–30 September 2026 di Aula Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo itu diarahkan untuk meningkatkan kapasitas operator sekaligus memastikan data pendidikan madrasah lebih akurat, mutakhir, lengkap, terintegrasi, dan tersedia tepat waktu.

ADVERTISEMENT

website

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan tersebut resmi dibuka Plt. Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo H. Mahmud Y. Bobihu, Senin (28/9/2026). Dalam sambutannya, Mahmud menegaskan bahwa kualitas data tidak lagi sekadar urusan administrasi, tetapi menjadi fondasi dalam perencanaan, pelayanan, dan pengambilan keputusan.

“Kalau data selalu terlambat disampaikan, berarti ada proses kerja yang perlu kita evaluasi dan perbaiki,” tegas Mahmud.

Menurut dia, operator memiliki posisi strategis karena menjadi ujung tombak dalam proses input, pemutakhiran, pengelolaan hingga penyediaan data. Karena itu, kemampuan operator harus terus diperbarui seiring perkembangan sistem digital.

“Operator ini merupakan ujung tombak dalam pergerakan organisasi. Data yang dikelola oleh operator menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan organisasi,” ujarnya.

Mahmud mengatakan, pembaruan EMIS 4.0 dan implementasi EMIS GTK menuntut adanya pemahaman yang seragam di tingkat operator. Karena itu, kegiatan refreshment tidak boleh berhenti pada penguasaan aplikasi, tetapi harus bermuara pada perubahan pola kerja yang lebih cepat dan efektif.

“Digitalisasi harus mampu menghasilkan proses kerja yang lebih efektif dan pelayanan yang lebih cepat kepada masyarakat,” katanya.

Ia mengingatkan, memasuki era Society 5.0, teknologi harus ditempatkan sebagai instrumen untuk membantu manusia menyelesaikan persoalan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Para peserta pun diminta tidak menjadikan kegiatan tersebut sekadar agenda seremonial. Dengan membawa laptop masing-masing, peserta didorong mengikuti materi sekaligus mempraktikkan langsung penggunaan aplikasi.

“Kita hadir untuk belajar dan langsung mempraktikkan penggunaan aplikasi,” tegasnya.

Mahmud berharap, pengetahuan yang diperoleh dapat langsung diterapkan di masing-masing madrasah sehingga memberi dampak nyata terhadap kualitas dan kecepatan penyediaan data pendidikan.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat, transparan, responsif, dan tepat menuntut aparatur mampu menyediakan data dan informasi kapan pun dibutuhkan.

“Ketika data atau informasi dibutuhkan, kita harus mampu menyediakannya secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Penguatan data juga dilakukan melalui kolaborasi lintas instansi. Dalam kegiatan tersebut, narasumber dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten/Kota turut dihadirkan untuk memperkuat pemahaman terkait integrasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) guru dan tenaga kependidikan (GTK) serta NIK siswa.

Mahmud menilai, integrasi tersebut penting untuk memastikan data pendidikan semakin tertib dan mendukung pelayanan yang lebih optimal.

“Dengan kehadiran Dinas Dukcapil, ini menjadi kesempatan bagi kita untuk belajar bersama, terutama dalam memahami bagaimana pengelolaan data dapat dilakukan secara baik sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat semakin optimal,” jelasnya.

Kegiatan ini diikuti 302 peserta dari operator madrasah/RA jenjang RA, MI, MTs, dan MA serta Admin EMIS tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo.

Peserta dibagi dalam tiga hari pelaksanaan. Hari pertama diikuti 142 peserta dari Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara. Hari kedua sebanyak 74 peserta dari Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango. Sementara hari ketiga diikuti 86 peserta dari Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Pohuwato.

Melalui penguatan kapasitas operator dan pemutakhiran sistem EMIS, Kanwil Kemenag Gorontalo mendorong pengelolaan data pendidikan madrasah tidak hanya semakin tertib, tetapi juga mampu menjadi dasar pelayanan dan perencanaan pendidikan yang lebih cepat, tepat, dan terukur.

Berita Terkait

Kadisdikbud Jurni Biahimo Konsolidasikan 19 Korwil, Perkuat Tata Kelola Pendidikan
Kemenag Kabgor Terbitkan 64 Buku Nikah, Isbat Nikah Terpadu Permudah Warga Dapat Kepastian Hukum
Jurni Biahimo: Guru PPPK Kabupaten Gorontalo Akan Digaji Pusat Mulai Januari 2027
Gelar Evaluasi Mutu Puskesmas, Dinkes Kabupaten Gorontalo Perkuat Kualitas dan Keselamatan Pelayanan
Akselerasi Ekonomi Kerakyatan, Pemkab Gorontalo Matangkan Strategi Pengembangan UMKM 2027
Dinkes Kabupaten Gorontalo Tindak Lanjuti Rakor Malaria, Perkuat CKG dan Tracking Kasus Berbasis Faktor Risiko
Rahman Menu Resmi Jabat Camat Pulubala Usai Jalani Prosesi Adat Moloopu
Wabup Tonny Dorong Program Pemberdayaan UKM Segera Dirasakan Masyarakat

Berita Terkait

Wednesday, 30 September 2026 - 12:54 WITA

Kadisdikbud Jurni Biahimo Konsolidasikan 19 Korwil, Perkuat Tata Kelola Pendidikan

Wednesday, 30 September 2026 - 09:28 WITA

Kemenag Kabgor Terbitkan 64 Buku Nikah, Isbat Nikah Terpadu Permudah Warga Dapat Kepastian Hukum

Tuesday, 29 September 2026 - 20:05 WITA

Jurni Biahimo: Guru PPPK Kabupaten Gorontalo Akan Digaji Pusat Mulai Januari 2027

Tuesday, 29 September 2026 - 16:12 WITA

Gelar Evaluasi Mutu Puskesmas, Dinkes Kabupaten Gorontalo Perkuat Kualitas dan Keselamatan Pelayanan

Tuesday, 29 September 2026 - 09:25 WITA

Akselerasi Ekonomi Kerakyatan, Pemkab Gorontalo Matangkan Strategi Pengembangan UMKM 2027

Berita Terbaru