Merawat Walima, Merawat Identitas: Bupati Sofyan Puhi Dorong Bongo Jadi Destinasi Wisata Religi

Sunday, 30 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

GORONTALO , Newsline.Id— Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, kembali memperlihatkan bagaimana tradisi keagamaan dapat tumbuh menjadi kekuatan budaya sekaligus daya tarik pariwisata.

Minggu (30/8/2026), suasana Desa Bongo tampak berbeda. Warga sejak pagi sibuk menyiapkan kue tradisional, menghias tolangga
wadah yang digunakan dalam tradisi Walima serta membawa berbagai panganan khas untuk diarak menuju Masjid At-Taqwa.

ADVERTISEMENT

website

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tradisi tersebut menjadi bagian dari Festival Walima dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang dihadiri Bupati Gorontalo Sofyan Puhi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Gorontalo dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

Turut hadir Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus, Sekretaris Daerah Sugondo Makmur, Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Zulfikar Usira, Ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo, Wakil Ketua TP-PKK, anggota DPRD, pimpinan organisasi perangkat daerah, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama untuk keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gorontalo.

Setelah itu, kemeriahan Walima mulai terlihat. Beragam tolangga yang telah dihias masyarakat diarak menuju masjid. Di dalam tradisi tersebut tersimpan lebih dari sekadar makanan untuk perayaan Maulid. Ada gotong royong, keterampilan, pengetahuan lokal, dan penghormatan masyarakat terhadap Rasulullah SAW yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Tradisi Walima di Bongo juga tidak dapat dilepaskan dari dikili, yakni lantunan zikir, salawat, serta kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam bahasa Gorontalo yang dilaksanakan masyarakat sejak malam hingga menjelang pagi.

Setelah rangkaian dikili selesai, masyarakat membawa tolangga yang berisi aneka kue tradisional menuju masjid. Salah satu panganan yang lekat dengan tradisi tersebut adalah kolembengi.

Bagi masyarakat Bongo, setiap kue yang disiapkan dan setiap tolangga yang dihias merupakan bagian dari ekspresi kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus cara mempertahankan pengetahuan budaya yang diwariskan leluhur.

Dalam sambutannya, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi memberikan apresiasi kepada masyarakat Desa Bongo yang hingga kini konsisten merawat tradisi Walima.

Menurut Sofyan, kekuatan utama tradisi tersebut terletak pada kemampuannya mempertemukan nilai keagamaan, kebudayaan, kebersamaan masyarakat, dan potensi ekonomi lokal.

“Tradisi Walima memiliki nilai spiritual yang sangat kuat, tetapi di dalamnya juga terdapat kekayaan budaya dan potensi pariwisata. Tugas kita adalah memastikan tradisi ini tetap hidup, diwariskan kepada generasi berikutnya dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Sofyan.

Ia menegaskan, peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk meneladani akhlak, memperkuat persaudaraan, dan menjaga kebersamaan.

Di sisi lain, Sofyan melihat tradisi Walima memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai wisata berbasis budaya dan religi. Namun, pengembangannya harus tetap menempatkan masyarakat desa sebagai pelaku utama.

“Pariwisata berbasis budaya harus memberikan ruang yang besar kepada masyarakat. Bukan hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga membuka peluang bagi usaha kuliner, kerajinan, ekonomi kreatif dan kegiatan ekonomi lainnya,” katanya.

Desa Bongo selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan yang kuat mempertahankan tradisi Walima di Gorontalo. Desa tersebut juga menjadi bagian dari Desa Wisata Religi Bubohu yang memiliki sejumlah daya tarik, antara lain Taman Wisata Bubohu, Masjid Walima Emas, serta Pantai Dulanga.

Potensi tersebut semakin memperkuat posisi Bongo sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman budaya dan religi yang tumbuh dari kehidupan masyarakat.

Desa Bongo bahkan pernah masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Karena itu, Festival Walima tidak sekadar menjadi agenda tahunan. Ia menjadi ruang perjumpaan antara tradisi dan pariwisata, antara kehidupan spiritual masyarakat dan aktivitas ekonomi lokal.

Wisatawan yang datang dapat melihat langsung proses masyarakat menyiapkan makanan tradisional, menghias tolangga, mengikuti rangkaian tradisi, sekaligus berinteraksi dengan warga.

Bagi masyarakat, aktivitas tersebut membuka peluang bagi berkembangnya usaha kuliner, kerajinan dan berbagai produk ekonomi kreatif berbasis potensi desa.

Pada akhirnya, kekuatan Walima Bongo justru terletak pada kesederhanaannya. Tradisi itu tumbuh dari rumah-rumah warga, dirawat melalui gotong royong, kemudian diwariskan kepada generasi berikutnya.

Di tengah perubahan zaman, masyarakat Bongo menunjukkan bahwa tradisi tidak harus memilih antara bertahan atau berkembang. Warisan leluhur dapat tetap hidup sekaligus menemukan ruang baru sebagai kekuatan kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi masyarakat.

Walima di Bongo dengan demikian bukan hanya cerita tentang perayaan Maulid Nabi. Ia adalah cerita tentang iman yang dirawat melalui budaya, identitas yang dijaga melalui tradisi, dan sebuah desa yang perlahan mengubah warisan leluhur menjadi kekuatan bagi masa depannya.

Berita Terkait

Kantongi Izin Kemenhub, UPTD KIR Yosonegoro Gelar Simulasi Operasional Sementara
Bupati Sofyan: Inovasi Daerah Jadi Pendorong Peningkatan Kinerja OPD
Momentum Hari Kesaktian Pancasila, Zulfikar Serukan Persatuan dan Gotong Royong Bangun Kabupaten Gorontalo
SiPaTerJam Diluncurkan: Ketika Pelayanan Jaminan Kesehatan Tak Lagi Dimulai dari Antrean
Kadisdikbud Jurni Biahimo Konsolidasikan 19 Korwil, Perkuat Tata Kelola Pendidikan
Jurni Biahimo: Guru PPPK Kabupaten Gorontalo Akan Digaji Pusat Mulai Januari 2027
Gelar Evaluasi Mutu Puskesmas, Dinkes Kabupaten Gorontalo Perkuat Kualitas dan Keselamatan Pelayanan
Akselerasi Ekonomi Kerakyatan, Pemkab Gorontalo Matangkan Strategi Pengembangan UMKM 2027

Berita Terkait

Friday, 2 October 2026 - 15:26 WITA

Kantongi Izin Kemenhub, UPTD KIR Yosonegoro Gelar Simulasi Operasional Sementara

Thursday, 1 October 2026 - 12:09 WITA

Momentum Hari Kesaktian Pancasila, Zulfikar Serukan Persatuan dan Gotong Royong Bangun Kabupaten Gorontalo

Thursday, 1 October 2026 - 08:38 WITA

SiPaTerJam Diluncurkan: Ketika Pelayanan Jaminan Kesehatan Tak Lagi Dimulai dari Antrean

Wednesday, 30 September 2026 - 12:54 WITA

Kadisdikbud Jurni Biahimo Konsolidasikan 19 Korwil, Perkuat Tata Kelola Pendidikan

Tuesday, 29 September 2026 - 20:05 WITA

Jurni Biahimo: Guru PPPK Kabupaten Gorontalo Akan Digaji Pusat Mulai Januari 2027

Berita Terbaru

Uncategorized

Ketua DPRD Zulfikar Usira Hadiri Peresmian SPPG 3T di Dulamayo Selatan

Friday, 2 Oct 2026 - 14:33 WITA