GORONTALO|newsline.id– Situasi bangsa yang belakangan ini diwarnai aksi protes hingga berujung anarkisme mendapat perhatian serius dari Ketua Dewan Masjid Indonesia sekaligus Ketua Dewan Pembina The Presnas Centre Provinsi Gorontalo, Nelson Pomalingo.
Dalam pernyataannya, Nelson menyampaikan keprihatinannya atas kondisi sosial-politik yang dinilainya semakin memprihatinkan. Ia menekankan bahwa jalan terbaik untuk mengatasi berbagai persoalan bukanlah dengan perusakan, melainkan dengan persatuan dan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
“Sebagai warga negara Indonesia, dan juga warga Gorontalo, saya prihatin pada kondisi bangsa akhir-akhir ini, apalagi sudah mengarah ke pengrusakan dan anarkisme. Untuk itu, saya menyampaikan beberapa pokok pikiran kepada seluruh pimpinan, elit daerah, masyarakat, dan juga mahasiswa di Gorontalo,” ungkap Nelson.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, Nelson merinci tujuh poin penting yang menurutnya harus menjadi pegangan bersama. Pertama, seluruh pemimpin dan tokoh daerah diminta bersatu membangun serta mengayomi rakyat. Kedua, ia mengingatkan para pejabat agar tidak bersikap hedonis dan bermewah-mewahan di tengah penderitaan rakyat.
Ketiga, Nelson menekankan pentingnya melahirkan kebijakan yang benar-benar menguntungkan masyarakat, sekaligus menghindari beban tambahan pada kehidupan rakyat, termasuk dalam bentuk kenaikan pajak. Keempat, ia mendorong agar aspirasi masyarakat, termasuk demonstrasi, dapat diterima dengan baik serta ditindaklanjuti secara proporsional dan profesional.
Dalam poin kelima, Nelson meminta mahasiswa maupun kelompok masyarakat yang menggelar aksi unjuk rasa untuk melakukannya secara konstruktif, bila perlu dituangkan dalam bentuk tertulis agar dapat diawasi tindak lanjutnya. Ia menegaskan, aksi harus dilakukan dengan etis dan jauh dari tindakan anarkis.
Selanjutnya, pada poin keenam, Nelson mengingatkan aparat keamanan untuk benar-benar hadir menjaga dan mengayomi masyarakat sehingga tercipta rasa aman, nyaman, dan suasana yang kondusif di daerah. Adapun pada poin terakhir, ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga daerah Gorontalo, Hulonthalo Lipuu, serta bangsa Indonesia secara keseluruhan.
“Ini daerah kita, ini bangsa kita. Kalau ada yang tidak benar, marilah kita perbaiki. Jangan menambah kerusakan yang justru nantinya akan menyulitkan kita untuk memperbaikinya,” tegasnya.
Nelson menutup pernyataannya dengan ajakan persatuan. Ia berharap seluruh pihak menjadikan momentum ini sebagai refleksi bersama untuk menciptakan bangsa yang damai, adil, dan sejahtera. “Salam bersatu untuk Serambi Madinah, dan Nusantara yang kita cintai,” pungkasnya.(*)










