GORONTALO, NEWSLINE. ID- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Gabungan Cabang Limboto Grup menggelar Konferensi Kerja I Tahun 2026 sebagai forum evaluasi sekaligus konsolidasi organisasi dalam memperkuat profesionalisme dan kesejahteraan anggota.
Konferensi tersebut diikuti jajaran pengurus dan anggota dari lima wilayah, masing-masing Cabang Limboto, Limboto Barat, Tibawa, Pulubala, serta Cabang Khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Gorontalo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua PGRI Kabupaten Gorontalo, Rapia Bahuwa, dan turut dihadiri Plh. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Dr. Sutrisno Yunus, para koordinator wilayah (Korwil), peserta konferensi, serta undangan lainnya.
Ketua PGRI Cabang Khusus Dikbud Kabupaten Gorontalo, Agustina, mengatakan konferensi kerja tersebut merupakan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PGRI serta tindak lanjut hasil Konferensi Kerja Kabupaten Gorontalo pada 18 Juli 2026.
Menurutnya, forum ini menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran PGRI untuk mengevaluasi pelaksanaan program tahun sebelumnya sekaligus menyusun langkah organisasi ke depan.
“Meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan dalam pelaksanaan program tahun 2025, komitmen kami untuk memajukan profesionalisme guru dan meningkatkan kesejahteraan anggota tetap solid,” ujar Agustina.
Konferensi tersebut diikuti 258 peserta delegasi, terdiri atas 80 peserta dari Cabang Limboto, 47 peserta Limboto Barat, 52 peserta Tibawa, 44 peserta Pulubala, dan 35 peserta dari Cabang Khusus Dikbud, ditambah unsur undangan serta pemerintah kecamatan setempat.
Agustina menjelaskan, sejumlah agenda utama yang dibahas meliputi evaluasi program kerja tahun 2025, penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi (RAPBO) 2026, penetapan pengurus Pengganti Antar Waktu (PAW), serta perumusan berbagai langkah strategis organisasi.
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Gorontalo, Rapia Bahuwa, menegaskan bahwa konferensi kerja bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi ruang penting untuk memastikan arah gerak PGRI berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan anggota.
Rapia mendorong agar evaluasi program dan keuangan tahun 2025 menjadi dasar dalam menyusun program kerja 2026 yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan anggota.
Ia juga mengajak para guru untuk terus mengikuti perkembangan dunia pendidikan, khususnya dalam penguatan literasi digital, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta penciptaan lingkungan belajar yang inklusif dan menyenangkan bagi peserta didik.
“PGRI harus terus hadir menjawab dinamika pendidikan. Karena itu, konsolidasi organisasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi, perlindungan, dan kesejahteraan guru,” tegasnya.
Rapia berharap hasil konferensi dapat melahirkan program-program yang konkret dan memberikan manfaat langsung bagi anggota, sekaligus memperkuat sinergi antara PGRI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
“Mari kita jadikan konferensi ini bukan hanya sebagai ruang evaluasi, tetapi sebagai titik tolak untuk menghadirkan PGRI yang semakin solid, profesional, dan bermanfaat bagi guru serta dunia pendidikan di Kabupaten Gorontalo,” pungkasnya.










