BOALEMO, newsline.id — Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Boalemo, Silfana Saidi, memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Boalemo, khususnya bidang peternakan, untuk membahas pelaksanaan program inseminasi buatan (IB).
Dalam RDP tersebut, Silfana Saidi menyampaikan sejumlah hal yang menjadi perhatian Komisi II, terutama terkait keberadaan petugas inseminasi buatan yang selama ini turut mendukung pelaksanaan program peternakan di daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Silfana mengusulkan agar pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan Peternakan dapat mengakomodir pemberian insentif bagi petugas inseminasi buatan yang berstatus non-PNS dan non-PPPK.
Menurutnya, keberadaan petugas inseminasi memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan populasi dan kualitas ternak di Kabupaten Boalemo. Karena itu, aspek kesejahteraan dan dukungan terhadap petugas di lapangan perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.
Selain membahas tenaga inseminasi, RDP juga menyoroti persoalan ketersediaan nitrogen cair (N2 cair) yang digunakan dalam mendukung program inseminasi buatan.
Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Boalemo menyampaikan adanya kekurangan stok N2 cair. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pada anggaran perubahan, dinas mengusulkan pengadaan sebanyak 300 liter N2 cair.
Silfana Saidi berharap usulan dan kebutuhan yang disampaikan dalam RDP tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah daerah, sehingga pelaksanaan program inseminasi buatan di Kabupaten Boalemo dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Komisi II DPRD Boalemo juga mendorong agar kebutuhan pendukung program peternakan, termasuk ketersediaan N2 cair dan dukungan terhadap petugas inseminasi, dapat diperhatikan dalam pembahasan anggaran perubahan. (*)










