GORONTALO,newsline.Id – Ketua PMI Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Y. Usira, S.E., terus mendorong penguatan pelayanan kemanusiaan melalui percepatan pembentukan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Gorontalo. Kehadiran UTD mandiri dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk menjamin ketersediaan darah bagi masyarakat, khususnya pasien gawat darurat, ibu hamil, dan korban kecelakaan.
Komitmen tersebut disampaikan Zulfikar saat menghadiri Reuni Akbar SMP Negeri 1 Talaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Jumat (31/7/2026). Mengusung tema “Kembali Bersatu Dalam Kenangan, Melangkah Bersama Dalam Kebersamaan”, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi alumni, tetapi juga dirangkaikan dengan aksi donor darah, Navigasi Iman, dan Salat Istisqa.
Dalam sambutannya, Zulfikar mengungkapkan bahwa secara teknis Kabupaten Gorontalo telah memiliki modal yang kuat untuk menghadirkan Unit Transfusi Darah sendiri. Berdasarkan hasil koordinasi dengan PMI Pusat dan Dinas Kesehatan, sejumlah persyaratan utama telah tersedia, mulai dari bangunan yang memenuhi standar hingga fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Markas PMI Kabupaten Gorontalo merupakan salah satu yang terbesar. Dari sisi dukungan layanan kesehatan, kita juga didukung sedikitnya lima rumah sakit, yaitu RSUD MM Dunda Limboto, RS Provinsi Gorontalo, RS Boliyohuto, Rumah Sakit TNI, dan Rumah Sakit Bhayangkara. Ini menjadi kekuatan besar untuk mewujudkan UTD PMI Kabupaten Gorontalo,” ujar Zulfikar.
Menurutnya, keberadaan UTD mandiri akan mempercepat pelayanan transfusi darah tanpa harus bergantung pada daerah lain. Dengan demikian, kebutuhan darah dapat dipenuhi secara lebih cepat, efektif, dan tepat waktu, terutama dalam kondisi kegawatdaruratan medis.
Pada kesempatan tersebut, Zulfikar juga mengapresiasi pelaksanaan aksi donor darah yang digelar oleh panitia reuni bersama para alumni. Kegiatan ini menjadi agenda donor darah kedua yang difasilitasi kepengurusan PMI Kabupaten Gorontalo setelah dilantik, sekaligus menunjukkan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap aksi kemanusiaan. Puluhan peserta mengikuti proses penapisan kesehatan sebelum mendonorkan darahnya.
Selain donor darah, seluruh peserta juga melaksanakan Salat Istisqa berjamaah sebagai bentuk ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau panjang yang melanda Gorontalo. Doa bersama tersebut menjadi simbol bahwa kepedulian terhadap sesama tidak hanya diwujudkan melalui aksi sosial, tetapi juga melalui ikhtiar spiritual.
Zulfikar berharap semangat kebersamaan yang lahir dari kegiatan reuni ini mampu menumbuhkan budaya gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, donor darah adalah bentuk nyata kemanusiaan yang dapat menyelamatkan banyak nyawa, sementara terwujudnya Unit Transfusi Darah PMI Kabupaten Gorontalo akan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Gorontalo.










