LIMBOTO, Newsline.Id— Bagi masyarakat, pelayanan publik yang baik bukan tentang seberapa canggih sebuah aplikasi dibuat, tetapi seberapa banyak waktu, tenaga, dan langkah yang berhasil dihemat ketika mereka membutuhkan pelayanan. Semangat itulah yang dibawa Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui peluncuran SiPaTerJam (Sistem Percepatan Terpadu Jaminan Kesehatan Daerah), sebuah inovasi digital yang mengubah cara masyarakat mengajukan layanan jaminan kesehatan daerah. Aplikasi tersebut resmi diluncurkan Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Gorontalo, Rabu malam (30/9/2026), di Rumah Jabatan Bupati Gorontalo.
Peluncuran disaksikan Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Wakil Bupati Tonny S. Junus, Sekretaris Daerah Sugondo A. Makmur, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta para camat se-Kabupaten Gorontalo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui SiPaTerJam, masyarakat tidak lagi harus menjadikan kantor pelayanan sebagai titik awal untuk mengurus pengajuan jaminan kesehatan daerah. Proses dapat dimulai dari rumah melalui pengajuan secara digital. Konsep ini membawa perubahan sederhana tetapi penting: yang sebelumnya masyarakat mendatangi pelayanan, kini pelayanan yang dirancang untuk lebih dekat dengan masyarakat.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Gorontalo, Haris S. Tome, menyampaikan bahwa digitalisasi merupakan langkah penting untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, mudah dan terintegrasi.
Di balik tampilan digital tersebut, ada kerja kolaboratif lintas perangkat daerah. Salah satu sosok yang tampil memperlihatkan bagaimana sistem itu bekerja adalah Kabid Aptika DKISP Kab. Gorontalo Ronald Entengo. Dalam rangkaian peluncuran, Ronald memperagakan dan menjelaskan langsung alur penggunaan SiPaTerJam kepada para undangan, mulai dari tahapan awal hingga proses pengajuan secara digital. Perannya memperlihatkan bahwa transformasi digital pemerintah tidak berhenti pada pembangunan sistem, tetapi membutuhkan orkestrasi antara kebutuhan layanan, proses bisnis pemerintahan dan teknologi agar inovasi benar-benar dapat digunakan masyarakat.
SiPaTerJam pada akhirnya bukan sekadar tentang sistem baru. Ia adalah tentang memindahkan orientasi pelayanan dari prosedur menuju kemudahan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Gorontalo tengah mendorong agar teknologi hadir untuk memangkas proses birokrasi yang tidak perlu, mengurangi mobilitas dan antrean, serta membuat akses pelayanan semakin sederhana. Karena ukuran keberhasilan digitalisasi pemerintahan bukanlah berapa banyak sistem yang diluncurkan, melainkan berapa banyak urusan masyarakat yang menjadi lebih mudah setelah Sistem itu hadir. Dan melalui SiPaTerJam, perubahan itu mulai diwujudkan: urus jaminan kesehatan, tidak harus dimulai dengan antre.










