DULAMAYO SELATAN, Newsline.Id— Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Dulamayo Selatan Kabupaten Gorontalo resmi berdiri dan bersiap membagikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kehadiran SPPG di wilayah kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) ini diharapkan tidak hanya menekan angka stunting, tetapi juga memacu roda perekonomian masyarakat lokal.
Kepala SPPG Dulamayo Selatan sekaligus Koordinator Kecamatan Telaga, Aliun Arsa Moses, S.H., menyampaikan bahwa berdasarkan rekapitulasi data sementara bulan Juli, tercatat sebanyak 447 penerima manfaat di wilayah Dulamayo Selatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Data sementara ada 447 penerima manfaat dari 6 Kelompok Penerima Manfaat (KPM). Ini mencakup 5 sekolah mulai dari Kelompok Belajar (KB), SD Negeri 11 Telaga, SMP Negeri 6 Satap Telaga, hingga SMK Pertanian dengan total 231 siswa dan 28 guru. Selain itu, program ini juga menyasar 141 balita, 18 ibu hamil, serta 9 ibu menyusui,” ujar Aliun.
Mengenai operasionalisasi program, Aliun menjelaskan bahwa SPPG belum langsung mendistribusikan makanan pascar peresmian. Pihaknya memanfaatkan masa transisi selama satu bulan untuk melakukan persiapan teknis dan pelatihan sumber daya manusia.
“Sesuai arahan Kepala Badan, kami diberikan waktu satu bulan sebelum resmi running. Masa satu bulan ini kami optimalkan untuk memagangkan relawan serta menggelar pelatihan bagi para penjamah makanan agar kualitas gizi dan kebersihan tetap terjamin,” jelasnya.
Penerapan Konsep 3T dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Wilayah Dulamayo Selatan dikategorikan ke dalam pelayanan SPPG 3T karena kondisi geografisnya yang terpencil. Jarak tempuh pengantaran makanan antardesa yang melebihi batas waktu maksimal aglomerasi (30 menit atau 6 kilometer) berisiko tinggi menyebabkan makanan cepat basi jika dipusatkan dari satu titik luar daerah. SPPG ini nantinya akan menjangkau 5 desa, yakni Desa Dulamayo Utara, Dulamayo Barat, Dulamayo Selatan, Tapaluluo, dan Tonala.
Lebih jauh, Aliun menekankan pentingnya pelibatan komoditas lokal dalam rantai pasok pemenuhan bahan baku makanan. Sesuai regulasi di wilayah 3T, pasokan bahan pangan akan mengutamakan hasil tani masyarakat setempat.
“Harapan kami, MBG bukan hanya menekan angka stunting di Dulamayo Selatan, melainkan juga menghidupkan ekonomi warga. Potensi pertanian lokal seperti cabai, tomat, bawang, hingga buah-buahan seperti rambutan akan diserap langsung dari para petani lokal. Bahan yang tidak tersedia di sini saja, seperti beras Dan ikan kita ambil dari luar dulamayo, “pungkas Aliun.
Peresmian SPPG tersebut dilakukan oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie. Kehadiran SPPG 3T ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan pemenuhan gizi melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi masyarakat di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan akses pelayanan.










