GORONTALO,newsline id — Transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) dipandang sebagai langkah strategis yang tidak hanya mengubah status kelembagaan, tetapi juga memperkuat posisi Gorontalo sebagai salah satu poros pendidikan tinggi di kawasan Indonesia timur.
Perubahan status tersebut dinilai sebagai ikhtiar membangun ekosistem pendidikan tinggi yang lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan tuntutan zaman, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang bermutu dan berdaya saing.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pandangan itu disampaikan mantan Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sekaligus mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Prof. Dr. Nelson Pomalingo, saat menjadi narasumber pada Workshop Perumusan Visi, Misi, dan Tujuan UIN Sultan Amai Gorontalo, Rabu (29/7).
Pandangan Nelson memiliki relevansi historis. Ia merupakan salah satu tokoh penting dalam proses transformasi IKIP Negeri Gorontalo menjadi Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Saat itu, Nelson menjabat sebagai Rektor IKIP Negeri Gorontalo dan kemudian dipercaya menjadi rektor pertama UNG.
Berbekal pengalaman tersebut, Nelson menilai transformasi IAIN Sultan Amai menuju UIN merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan pendidikan tinggi di Gorontalo.
“Transformasi ini patut diapresiasi. Saya mengucapkan selamat kepada seluruh sivitas akademika IAIN Sultan Amai Gorontalo yang terus berikhtiar mewujudkan perubahan menuju UIN. Ini merupakan investasi strategis bagi masa depan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di Gorontalo,” ujarnya.
Menurut Nelson, kehadiran UIN Sultan Amai nantinya akan melengkapi peran Universitas Negeri Gorontalo sebagai perguruan tinggi negeri yang lebih dahulu berkembang. Kedua institusi diharapkan membangun sinergi yang saling menguatkan melalui karakter keilmuan yang berbeda, tetapi saling melengkapi, yakni bidang ilmu umum dan ilmu-ilmu keislaman.
Sinergi tersebut, lanjutnya, akan memperkokoh posisi Gorontalo sebagai pusat pendidikan tinggi di Indonesia timur bagian utara. Kehadiran dua perguruan tinggi negeri dengan kekuatan akademik yang berbeda diyakini mampu memperluas akses pendidikan berkualitas, memperkuat riset, serta meningkatkan daya saing sumber daya manusia daerah di tingkat nasional maupun global.
Sementara itu, Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag., menegaskan bahwa transformasi menuju UIN mengusung visi pengembangan perguruan tinggi yang berbasis nilai-nilai keagamaan dan berdaya saing global. Visi tersebut menjadi fondasi dalam membangun institusi yang mengintegrasikan tradisi keilmuan Islam dengan perkembangan sains, teknologi, inovasi, dan kebutuhan pembangunan bangsa.
Menurut Ahmad Faisal, transformasi kelembagaan disusun melalui tiga tahapan strategis. Tahap pertama, Era Rintisan, difokuskan pada penguatan kelembagaan, peningkatan akreditasi, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Tahap kedua, Era Mandiri, diarahkan pada penguatan tata kelola, digitalisasi layanan akademik, serta perluasan jejaring riset dan kemitraan. Adapun tahap ketiga, Era Unggul, menargetkan lahirnya UIN Sultan Amai sebagai pusat keunggulan akademik yang memiliki reputasi nasional dan internasional.
Melalui peta jalan tersebut, IAIN Sultan Amai menargetkan lahirnya perguruan tinggi Islam yang tidak hanya unggul dalam kajian keislaman, tetapi juga mampu menghasilkan lulusan yang religius, inovatif, adaptif terhadap perubahan, dan memiliki daya saing global.
Transformasi menuju UIN Sultan Amai diharapkan menjadi tonggak baru dalam penguatan ekosistem pendidikan tinggi di Gorontalo. Lebih dari sekadar perubahan nomenklatur, transformasi ini merupakan ikhtiar strategis untuk memperkuat posisi Gorontalo sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan peradaban Islam di kawasan Indonesia timur, sekaligus melanjutkan jejak keberhasilan transformasi pendidikan tinggi yang pernah mengantarkan IKIP Negeri Gorontalo menjadi Universitas Negeri Gorontalo.










