Transformasi IAIN Sultan Amai Menuju UIN, Nelson Pomalingo: Momentum Mengukuhkan Gorontalo sebagai Poros Pendidikan Indonesia Timur

Wednesday, 29 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

GORONTALO,newsline id — Transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) dipandang sebagai langkah strategis yang tidak hanya mengubah status kelembagaan, tetapi juga memperkuat posisi Gorontalo sebagai salah satu poros pendidikan tinggi di kawasan Indonesia timur.

Perubahan status tersebut dinilai sebagai ikhtiar membangun ekosistem pendidikan tinggi yang lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan tuntutan zaman, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang bermutu dan berdaya saing.

ADVERTISEMENT

website

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pandangan itu disampaikan mantan Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sekaligus mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Prof. Dr. Nelson Pomalingo, saat menjadi narasumber pada Workshop Perumusan Visi, Misi, dan Tujuan UIN Sultan Amai Gorontalo, Rabu (29/7).

Pandangan Nelson memiliki relevansi historis. Ia merupakan salah satu tokoh penting dalam proses transformasi IKIP Negeri Gorontalo menjadi Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Saat itu, Nelson menjabat sebagai Rektor IKIP Negeri Gorontalo dan kemudian dipercaya menjadi rektor pertama UNG.

Berbekal pengalaman tersebut, Nelson menilai transformasi IAIN Sultan Amai menuju UIN merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan pendidikan tinggi di Gorontalo.

“Transformasi ini patut diapresiasi. Saya mengucapkan selamat kepada seluruh sivitas akademika IAIN Sultan Amai Gorontalo yang terus berikhtiar mewujudkan perubahan menuju UIN. Ini merupakan investasi strategis bagi masa depan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di Gorontalo,” ujarnya.

Menurut Nelson, kehadiran UIN Sultan Amai nantinya akan melengkapi peran Universitas Negeri Gorontalo sebagai perguruan tinggi negeri yang lebih dahulu berkembang. Kedua institusi diharapkan membangun sinergi yang saling menguatkan melalui karakter keilmuan yang berbeda, tetapi saling melengkapi, yakni bidang ilmu umum dan ilmu-ilmu keislaman.

Sinergi tersebut, lanjutnya, akan memperkokoh posisi Gorontalo sebagai pusat pendidikan tinggi di Indonesia timur bagian utara. Kehadiran dua perguruan tinggi negeri dengan kekuatan akademik yang berbeda diyakini mampu memperluas akses pendidikan berkualitas, memperkuat riset, serta meningkatkan daya saing sumber daya manusia daerah di tingkat nasional maupun global.

Sementara itu, Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag., menegaskan bahwa transformasi menuju UIN mengusung visi pengembangan perguruan tinggi yang berbasis nilai-nilai keagamaan dan berdaya saing global. Visi tersebut menjadi fondasi dalam membangun institusi yang mengintegrasikan tradisi keilmuan Islam dengan perkembangan sains, teknologi, inovasi, dan kebutuhan pembangunan bangsa.

Menurut Ahmad Faisal, transformasi kelembagaan disusun melalui tiga tahapan strategis. Tahap pertama, Era Rintisan, difokuskan pada penguatan kelembagaan, peningkatan akreditasi, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Tahap kedua, Era Mandiri, diarahkan pada penguatan tata kelola, digitalisasi layanan akademik, serta perluasan jejaring riset dan kemitraan. Adapun tahap ketiga, Era Unggul, menargetkan lahirnya UIN Sultan Amai sebagai pusat keunggulan akademik yang memiliki reputasi nasional dan internasional.

Melalui peta jalan tersebut, IAIN Sultan Amai menargetkan lahirnya perguruan tinggi Islam yang tidak hanya unggul dalam kajian keislaman, tetapi juga mampu menghasilkan lulusan yang religius, inovatif, adaptif terhadap perubahan, dan memiliki daya saing global.

Transformasi menuju UIN Sultan Amai diharapkan menjadi tonggak baru dalam penguatan ekosistem pendidikan tinggi di Gorontalo. Lebih dari sekadar perubahan nomenklatur, transformasi ini merupakan ikhtiar strategis untuk memperkuat posisi Gorontalo sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan peradaban Islam di kawasan Indonesia timur, sekaligus melanjutkan jejak keberhasilan transformasi pendidikan tinggi yang pernah mengantarkan IKIP Negeri Gorontalo menjadi Universitas Negeri Gorontalo.

Berita Terkait

Irjen Nurworo Danang Jadi Kapolda Gorontalo, Ini Profil dan Perjalanan Kariernya
SPPG 3T Dulamayo Selatan Resmi Berdiri, Siap Serap Hasil Tani Lokal untuk Program Makan Bergizi Gratis
Kantongi Izin Kemenhub, UPTD KIR Yosonegoro Gelar Simulasi Operasional Sementara
Oknum Anggota Kevin Diduga Pengumpul Atensi PETI Sebanyak 11 Eksavator Dengan Atensi 30JT Pernit
Bupati Sofyan: Inovasi Daerah Jadi Pendorong Peningkatan Kinerja OPD
Diduga Jadi Pengumpul Atensi PETI Taluditi, Nama Oknum Intel Kodam Palu Kevin Mencuat
Momentum Hari Kesaktian Pancasila, Zulfikar Serukan Persatuan dan Gotong Royong Bangun Kabupaten Gorontalo
SiPaTerJam Diluncurkan: Ketika Pelayanan Jaminan Kesehatan Tak Lagi Dimulai dari Antrean

Berita Terkait

Sunday, 4 October 2026 - 12:20 WITA

Irjen Nurworo Danang Jadi Kapolda Gorontalo, Ini Profil dan Perjalanan Kariernya

Friday, 2 October 2026 - 16:13 WITA

SPPG 3T Dulamayo Selatan Resmi Berdiri, Siap Serap Hasil Tani Lokal untuk Program Makan Bergizi Gratis

Friday, 2 October 2026 - 15:26 WITA

Kantongi Izin Kemenhub, UPTD KIR Yosonegoro Gelar Simulasi Operasional Sementara

Thursday, 1 October 2026 - 15:04 WITA

Bupati Sofyan: Inovasi Daerah Jadi Pendorong Peningkatan Kinerja OPD

Thursday, 1 October 2026 - 12:37 WITA

Diduga Jadi Pengumpul Atensi PETI Taluditi, Nama Oknum Intel Kodam Palu Kevin Mencuat

Berita Terbaru

Uncategorized

Ketua DPRD Zulfikar Usira Hadiri Peresmian SPPG 3T di Dulamayo Selatan

Friday, 2 Oct 2026 - 14:33 WITA