LIMBOTO,newsline.id— Ikhtiar Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gorontalo menghadirkan Unit Transfusi Darah (UTD) mendapat dukungan penuh dari PMI Pusat. Gagasan yang digagas Ketua PMI Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira, dinilai memiliki prospek besar dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat melalui penyediaan darah yang aman, cepat, dan berkualitas.
Dukungan tersebut disampaikan Ketua Bidang Unit Donor Darah PMI Pusat, dr. Linda Waseso, saat meninjau Markas PMI Kabupaten Gorontalo, Selasa (28/7/2026).
Kunjungan Ketua Bidang Unit Donor Darah PMI Pusat, dr. Linda Waseso
Dalam rangka pelaksanaan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Regional V PMI yang diikuti pengurus PMI dari Sulawesi, Maluku, dan Papua.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Zulfikar, pembentukan UTD bukan sekadar menghadirkan fasilitas baru, melainkan bagian dari upaya memperkuat sistem pelayanan kemanusiaan di Kabupaten Gorontalo. Keberadaan lima rumah sakit di daerah itu, menurutnya, menjadi modal penting yang mendukung operasional UTD di masa mendatang.
“UTD akan menjadi penguat sistem pelayanan darah yang sudah ada sehingga kebutuhan masyarakat terhadap darah dapat dipenuhi dengan lebih cepat, aman, dan berkualitas,” ujar Zulfikar.
Ia menegaskan, kehadiran UTD akan memperluas akses pelayanan transfusi darah sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam memenuhi kebutuhan pasien, korban kecelakaan, ibu melahirkan, hingga penanganan kondisi darurat lainnya.
Komitmen tersebut mendapat respons positif dari PMI Pusat. Berdasarkan hasil peninjauan, infrastruktur yang disiapkan PMI Kabupaten Gorontalo dinilai telah memenuhi, bahkan melampaui, standar minimal untuk pendirian Unit Transfusi Darah.
Ketua Bidang Unit Donor Darah PMI Pusat, dr. Linda Waseso, mengatakan kesiapan fisik menjadi modal yang sangat baik. Tahapan selanjutnya tinggal difokuskan pada pemenuhan sumber daya manusia, kelengkapan peralatan, serta persyaratan teknis lainnya agar UTD dapat segera beroperasi sesuai standar nasional.
“Dari sisi bangunan, Kabupaten Gorontalo sudah sangat siap. Selanjutnya tinggal melengkapi aspek teknis, peralatan, dan sumber daya manusia agar layanan UTD dapat berjalan sesuai standar pelayanan transfusi darah,” katanya.
Bagi Zulfikar, dukungan PMI Pusat menjadi energi baru untuk mempercepat seluruh proses pembentukan UTD. Ia menilai keberhasilan menghadirkan layanan tersebut hanya dapat dicapai melalui sinergi antara PMI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Menurutnya, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, yang pernah memimpin PMI Kabupaten Gorontalo, memiliki perhatian besar terhadap penguatan pelayanan kemanusiaan dan kesehatan masyarakat.
“Dengan dukungan PMI Pusat, PMI Provinsi Gorontalo, dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo, kami optimistis UTD di Kabupaten Gorontalo dapat segera terwujud demi memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan darah yang lebih baik,” ujar Zulfikar.
Sebagai tindak lanjut, PMI Kabupaten Gorontalo bersama Pemerintah Kabupaten Gorontalo akan mempercepat koordinasi dengan PMI Pusat dan PMI Provinsi Gorontalo untuk memenuhi seluruh persyaratan administratif maupun teknis.
Menurut Zulfikar, kehadiran UTD merupakan investasi jangka panjang bagi pelayanan kesehatan di Gorontalo. Terlebih, sekitar 40 persen penduduk Provinsi Gorontalo berada di Kabupaten Gorontalo sehingga kebutuhan terhadap layanan transfusi darah terus meningkat.
“Semakin cepat UTD berdiri, semakin besar manfaat yang dirasakan masyarakat. Ini bukan hanya membangun sebuah fasilitas, tetapi menghadirkan layanan kemanusiaan yang mampu menyelamatkan lebih banyak nyawa,” pungkasnya.










