LIMBOTO, Newsline.id– Wajah baru Taman Menara Limboto atau yang dikenal sebagai Menara Pakaya terus menunjukkan perubahan signifikan. Kawasan yang menjadi ikon Kabupaten Gorontalo itu kini tengah dibenahi secara menyeluruh untuk menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, modern, dan membanggakan masyarakat.
Menara Pakaya yang merupakan karya monumental mantan Bupati Gorontalo, Ahmad Pakaya, selama ini menjadi salah satu simbol kebanggaan daerah sekaligus penanda utama Kota Limboto. Kini, di bawah kepemimpinan Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, kawasan tersebut terus dipercantik melalui kolaborasi bersama Anggota DPR RI Rahmat Gobel.
Keseriusan dalam menata kawasan jantung Kota Limboto itu kembali terlihat saat Rahmat Gobel dan Bupati Sofyan Puhi meninjau langsung progres pembangunan di kawasan Kelurahan Kayubulan, Sabtu malam (13/6/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berbagai sentuhan modern mulai tampak menghiasi kawasan taman. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah pembangunan videotron berbentuk melingkar yang disebut akan menjadi yang pertama dengan konsep tersebut di Indonesia. Kehadiran layar raksasa ini nantinya akan menjadi pusat aktivitas masyarakat, sekaligus menghadirkan pengalaman baru bagi warga yang berkunjung dan bersantai di kawasan tersebut.
Tak hanya itu, area sekitar videotron akan dipercantik dengan pemasangan rumput sintetis berkualitas yang didatangkan dari Jepang, sehingga memberikan kenyamanan sekaligus memperkuat kesan modern pada ruang publik tersebut.
Sementara itu, pada bagian Menara Pakaya, ornamen bermotif bunga yang dibuat dari material tembaga mulai terpasang pada kaki-kaki menara. Sentuhan artistik ini semakin mempertegas kemegahan dan nilai estetika ikon Kota Limboto yang telah menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Gorontalo.
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan bukan sekadar menghadirkan wajah baru kawasan kota, tetapi juga merupakan upaya melestarikan karya dan warisan pembangunan yang telah ada.
“Kita hanya menyempurnakan aset yang sudah ada. Hasil karya Pak Ahmad Pakaya kita abadikan dan kita rawat bersama agar menara ini semakin indah dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Gorontalo,” ujar Sofyan.
Menurutnya, penataan kawasan Menara Pakaya juga merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup dan kebahagiaan masyarakat melalui penyediaan ruang publik yang nyaman, aman, dan menarik.
“Kami ingin masyarakat memiliki ruang untuk berkumpul, bersantai, dan menikmati suasana kota dengan nyaman. Semua yang dibangun dan dipercantik ini pada akhirnya ditujukan untuk kebahagiaan masyarakat. Ketika warga merasa nyaman dan bangga dengan kotanya, di situlah pembangunan memiliki makna yang sesungguhnya,” tandasnya.










