Limboto, Newsline. Id— Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira, mendorong produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kelurahan Tilihuwa, Kecamatan Limboto, khususnya krepek pisang khas Tilihuwa, untuk terus dikembangkan hingga mampu menembus pasar nasional.
Menurut Zulfikar, krepek pisang Tilihuwa memiliki potensi ekonomi yang kuat karena mengandalkan bahan baku lokal serta cita rasa khas yang menjadi identitas daerah. Potensi tersebut, kata dia, perlu didukung dengan pembinaan yang berkelanjutan agar produk lokal tidak hanya bertahan di pasar daerah, tetapi mampu naik kelas dan bersaing secara lebih luas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Krepek pisang Tilihuwa ini punya potensi besar. Jangan hanya beredar di Gorontalo. Kita dorong agar bisa tembus pasar nasional dan ke depan menjadi salah satu produk oleh-oleh khas yang dibanggakan masyarakat Gorontalo,” ujar Zulfikar Usira saat menghadiri Launching Kerajinan Krepek sekaligus penyaluran bantuan oleh BAZNAS Kabupaten Gorontalo di Kelurahan Tilihuwa, Selasa (15/9/2026).
Ia menegaskan, pengembangan UMKM tidak cukup hanya melalui bantuan modal. Produk harus dibarengi dengan peningkatan kualitas, kemasan yang menarik, legalitas usaha, hingga kemampuan pemasaran digital.
“Kalau kualitasnya bagus, kemasannya menarik, legalitasnya lengkap, dan pemasarannya diperkuat secara digital, saya yakin produk seperti ini punya peluang masuk ke pasar yang lebih besar, termasuk ritel modern dan marketplace,” jelasnya.
Zulfikar juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bersama BAZNAS Kabupaten Gorontalo untuk memastikan pendampingan terhadap 50 pelaku usaha krepek di Tilihuwa dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, pelaku UMKM perlu didampingi bukan hanya sampai menerima bantuan, tetapi hingga mampu mengelola usaha secara mandiri, memperkuat branding, memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan kapasitas produksi.
“Kita ingin bantuan yang diberikan benar-benar menjadi jalan bagi masyarakat untuk berkembang. UMKM harus naik kelas dan mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi pelakunya,” katanya.
Zulfikar mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Kabupaten Gorontalo dan BAZNAS yang menjadikan Tilihuwa sebagai bagian dari pengembangan Kampung Zakat produktif. Ia menilai pendekatan tersebut menunjukkan bahwa zakat tidak hanya hadir sebagai bantuan sosial, tetapi juga dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ia berharap Tilihuwa dapat menjadi contoh bagaimana kolaborasi pemerintah, BAZNAS, DPRD dan masyarakat mampu melahirkan UMKM yang kuat dan berkelanjutan.
“Harapan kita sederhana, dari Tilihuwa lahir produk-produk unggulan yang tidak hanya menghidupkan ekonomi keluarga, tetapi juga membawa nama Kabupaten Gorontalo hingga ke tingkat nasional. Ini yang harus kita kawal bersama,” pungkasnya










