POHUWATO, newsline.id, — UPT Imigrasi Kelas III Non TPI Pohuwato yang berkantor di Marisa sudah beroperasi sejak 2024. Kehadiran kantor ini memangkas jarak tempuh warga yang dulu harus ke Gorontalo Kota untuk urus paspor.
Kepala UPT mencatat animo layanan naik tiap bulan. Tapi di balik itu, 3 PR besar masih menunggu. Pertama, rasio personel vs wilayah. Pohuwato punya garis pantai 255 km + 7 kecamatan. Jumlah petugas belum sebanding, bikin pengawasan di pelabuhan Marisa, Buntulia, Popayato belum maksimal.
Kedua, kapasitas layanan. Kuota paspor harian cepat habis. Warga tetap antre panjang walau kantor sudah dekat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketiga, pengawasan TKA. Pohuwato masuk KEK Pangan. Investor bawa tenaga kerja asing makin banyak. Timpengwasda sudah terbentuk, tapi sidak rutin ke perusahaan belum jalan. Potensi TKA menyalahi izin kerja masih terbuka.
UPT ada sama dengan kemajuan. Tapi tanpa penambahan SDM, pos pantau laut, dan kuota layanan, fungsi pengawasan bisa lemah. Kedaulatan di wilayah perbatasan laut butuh lebih dari sekadar gedung kantor.










