LIMBOTO, newsline.id– Pemerintah Kabupaten Gorontalo bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gorontalo memperkuat pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) di lingkungan sekolah. Komitmen tersebut ditandai dengan kewajiban bagi seluruh kepala Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Gorontalo untuk mengikuti Orientasi Kepalangmerahan.
Kebijakan itu ditegaskan Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, saat membuka secara resmi Orientasi Kepalangmerahan bagi Kepala SD dan SMP se-Kabupaten Gorontalo, Selasa (21/7). Sebagai Pelindung PMI Kabupaten Gorontalo, Bupati menegaskan bahwa sekolah merupakan pangkalan utama pembinaan PMR sehingga para kepala sekolah harus memiliki pemahaman yang utuh mengenai nilai-nilai kepalangmerahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut diikuti 361 kepala sekolah yang dibagi dalam dua sesi, yakni sesi pertama diikuti peserta dari 11 kecamatan dan sesi kedua dari delapan kecamatan.
Hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo selaku Ketua Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Gorontalo, Ketua PMI Kabupaten Gorontalo Zulfikar Usira, 21 pengurus PMI Kabupaten Gorontalo, 19 Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan, serta 19 Ketua PMI Kecamatan.
Dalam arahannya, Bupati Sofyan Puhi menekankan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik melalui kegiatan PMR.
“Sekolah adalah pangkalan PMR. Karena itu kepala sekolah harus memahami kepalangmerahan agar mampu menjadikan kegiatan PMR sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik,” tegas Sofyan.»
Menurutnya, gerakan kepalangmerahan bukan sekadar memberikan pengetahuan tentang pertolongan pertama, tetapi juga membangun karakter generasi muda yang berempati, peduli terhadap sesama, memiliki jiwa kerelawanan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Untuk memastikan program tersebut berjalan optimal, Bupati menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar seluruh kepala sekolah mengikuti orientasi kepalangmerahan dalam kurun waktu satu tahun. Pelaksanaan orientasi itu bahkan akan menjadi salah satu indikator dalam evaluasi kinerja kepala sekolah.
Selain itu, Bupati juga mengeluarkan dua arahan penting, yakni setiap sekolah wajib memiliki sedikitnya satu guru yang telah mengikuti orientasi sebagai pelatih kepalangmerahan serta mengoptimalkan kegiatan PMR di sekolah, termasuk pelaksanaan aktivitas kepalangmerahan setiap hari Rabu. Dengan demikian, penggunaan seragam PMR tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar diisi dengan berbagai kegiatan yang membentuk karakter dan keterampilan peserta didik.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira, menyampaikan apresiasi atas komitmen dan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Gorontalo terhadap penguatan organisasi PMI dan pembinaan PMR di sekolah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati selaku Pelindung PMI Kabupaten Gorontalo yang telah hadir, memberikan arahan, sekaligus membuka kegiatan orientasi ini. Dukungan ini menjadi motivasi besar bagi PMI untuk terus meningkatkan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat,” ujar Zulfikar.
Pada kesempatan tersebut, Zulfikar juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Gorontalo hingga kini belum memiliki Unit Transfusi Darah (UTD) mandiri. Padahal, kebutuhan darah di daerah ini mencapai sekitar 1.400 hingga 1.500 kantong setiap bulan untuk memenuhi berbagai pelayanan kesehatan, mulai dari penanganan pasien darurat hingga kebutuhan ibu melahirkan.
Karena itu, PMI Kabupaten Gorontalo akan berkoordinasi dengan PMI Pusat untuk mendorong pembangunan UTD sehingga pelayanan darah kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat, mandiri, dan optimal.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Sofyan Puhi menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Gorontalo untuk memberikan dukungan sesuai kewenangan agar pembangunan Unit Transfusi Darah dapat segera direalisasikan. Menurutnya, keberadaan UTD menjadi kebutuhan penting dalam menjamin ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Melalui penguatan pembinaan PMR di sekolah dan peningkatan kapasitas kelembagaan PMI, Pemerintah Kabupaten Gorontalo berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, semangat kerelawanan, serta kesiapsiagaan membantu sesama.
Di sisi lain, penguatan kelembagaan PMI diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah sehingga ketersediaan stok darah di Kabupaten Gorontalo tetap terjaga demi mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.










