Penguatan Layanan Primer Berbuah Hasil, Bupati Sofyan Puhi Apresiasi Kinerja Dinkes Kabupaten Gorontalo Capai CKG 54,43 Persen

Thursday, 6 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

LIMBOTO, newsline id– Upaya Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo dalam memperkuat pelayanan kesehatan primer terus menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hingga 3 Agustus 2026, pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 225.999 warga atau 54,43 persen dari total proyeksi penduduk sebanyak 415.237 jiwa, mendekati target daerah sebesar 60 persen.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Gorontalo, H. Sofyan Puhi, saat membuka Rapat Advokasi, Koordinasi, dan Bimbingan Teknis (Bintek) Tim Pembina Posyandu Tingkat Kabupaten Gorontalo Tahun 2026 di Grand Resto Bukit Proja, Kamis (6/8/2026). Menurut Bupati, keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen Dinas Kesehatan bersama seluruh tenaga kesehatan dan kader Posyandu dalam memperkuat pelayanan kesehatan hingga ke tingkat desa.

ADVERTISEMENT

website

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati menegaskan, penguatan layanan kesehatan primer harus terus dipertahankan karena menjadi fondasi utama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

“Program-program yang dijalankan Dinas Kesehatan telah menunjukkan hasil yang baik. Namun tantangan kita masih besar. Karena itu, Posyandu harus benar-benar menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak,” ujar Sofyan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Ismail Akaseh, menjelaskan bahwa penguatan layanan primer terus dilakukan melalui optimalisasi Integrasi Layanan Primer (ILP), peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan peran Posyandu sebagai pusat pelayanan dasar masyarakat.

Saat ini Kabupaten Gorontalo memiliki 435 Posyandu yang telah terdata pada microsite nasional dengan dukungan 1.471 kader yang tersebar di 19 kecamatan. Keberadaan kader Posyandu menjadi kekuatan utama dalam mendukung transformasi pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

Meski demikian, Ismail mengakui masih terdapat tantangan yang harus dihadapi. Hingga Juli 2026 tercatat 12 kasus kematian ibu dan 36 kasus kematian bayi di Kabupaten Gorontalo. Karena itu, melalui kegiatan advokasi, koordinasi, dan bimbingan teknis, Dinas Kesehatan terus memperkuat sinergi lintas sektor agar seluruh pemangku kepentingan memiliki komitmen yang sama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak.

“Kami optimistis, dengan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh mitra pembangunan, kualitas pelayanan kesehatan masyarakat akan semakin meningkat sehingga mampu menurunkan angka kematian ibu dan bayi,” kata Ismail.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sofyan Puhi juga menegaskan bahwa terbitnya Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 telah memperluas fungsi Posyandu. Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi pusat pelayanan terpadu yang mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.

Menurutnya, implementasi Posyandu enam bidang SPM harus dipahami secara utuh oleh seluruh Tim Pembina Posyandu di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Gorontalo berkomitmen terus memperkuat kelembagaan Posyandu, meningkatkan kapasitas kader, serta menyediakan sarana dan prasarana yang memadai. Saya berharap seluruh hasil bimbingan teknis ini segera diterapkan sehingga Posyandu mampu menjadi daya ungkit pencapaian target pembangunan daerah, khususnya dalam menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi,” pungkas Bupati.

Kegiatan tersebut diikuti Tim Pembina Posyandu tingkat kabupaten, kecamatan, serta desa dan kelurahan sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola Posyandu dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Gorontalo.

Berita Terkait

Transformasi Posyandu di Kabupaten Gorontalo, Maryam Sofyan Puhi Dorong Pemenuhan Enam Bidang Standar Pelayanan Minimal
Bupati Sofyan Terima Kunjungan Reses Anggota DPR RI Rusli Habibie, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah
Bupati Sofyan Terima Kunjungan Reses Anggota DPR RI Rusli Habibie, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah
Mahmud Bobihu Perkuat Budaya Evaluasi Kinerja, Dorong Satker Kemenag Gorontalo Tingkatkan Mutu Layanan Publik
Terima Ranperda RTRW, Ketua DPRD: Tata Ruang Menentukan Arah Pembangunan Kabupaten Gorontalo 20 Tahun ke Depan
Bupati Sofyan Letakkan Fondasi Pembangunan 20 Tahun, Ranperda RTRW Resmi Diserahkan ke DPRD
Bupati Sofyan Puhi Percepat Revitalisasi Sekolah, Pastikan Pembangunan Pendidikan Tepat Sasaran
Pemkab dan BAZNAS Hadirkan Harapan Baru bagi Warga, Ketua DPRD Zulfikar Usira Apresiasi Program Rumah Layak Huni

Berita Terkait

Thursday, 6 August 2026 - 11:41 WITA

Transformasi Posyandu di Kabupaten Gorontalo, Maryam Sofyan Puhi Dorong Pemenuhan Enam Bidang Standar Pelayanan Minimal

Thursday, 6 August 2026 - 11:32 WITA

Penguatan Layanan Primer Berbuah Hasil, Bupati Sofyan Puhi Apresiasi Kinerja Dinkes Kabupaten Gorontalo Capai CKG 54,43 Persen

Wednesday, 5 August 2026 - 11:44 WITA

Bupati Sofyan Terima Kunjungan Reses Anggota DPR RI Rusli Habibie, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

Tuesday, 4 August 2026 - 16:31 WITA

Mahmud Bobihu Perkuat Budaya Evaluasi Kinerja, Dorong Satker Kemenag Gorontalo Tingkatkan Mutu Layanan Publik

Monday, 3 August 2026 - 21:48 WITA

Terima Ranperda RTRW, Ketua DPRD: Tata Ruang Menentukan Arah Pembangunan Kabupaten Gorontalo 20 Tahun ke Depan

Berita Terbaru