LIMBOTO, newsline.Id— Ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo sekaligus Bunda Ramah Anak, Ny. Maryam Sofyan Puhi, terus mendorong penguatan peran keluarga dalam pencegahan stunting, pemenuhan gizi, dan perlindungan hak anak melalui kegiatan Maryam Go Menyapa yang terintegrasi dengan Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, Selasa (20/10/2026), tersebut menjadi ruang edukasi dan pendampingan bagi keluarga, khususnya yang memiliki anak terdampak stunting, agar semakin memahami pentingnya makanan bergizi, pola asuh yang tepat, serta lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak.
Maryam Sofyan Puhi menekankan bahwa pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif keluarga dan masyarakat. Ibu memiliki peran penting dalam memastikan anak memperoleh asupan gizi yang cukup, mendapatkan perhatian dan kasih sayang, serta tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan fisik dan mentalnya.
Menurut Maryam, pemenuhan gizi anak tidak harus bergantung pada makanan mahal. Dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di sekitar, keluarga dapat menyiapkan makanan sehat dan bergizi sesuai kebutuhan anak.
Melalui integrasi Maryam Go Menyapa dan DASHAT, ia ingin mendorong agar edukasi yang diberikan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari memilih bahan pangan, mengolah makanan sehat, hingga membangun kebiasaan makan yang baik di lingkungan keluarga.
“Pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga. Kita ingin para orang tua semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi anak, memperhatikan pola asuh, serta memastikan anak mendapatkan kasih sayang, perlindungan, dan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” demikian pesan yang dapat ditekankan Maryam dalam kegiatan tersebut.
Sebagai Bunda Ramah Anak Kabupaten Gorontalo, Maryam juga menegaskan pentingnya memastikan setiap anak memperoleh hak-haknya sejak dini. Anak tidak hanya membutuhkan makanan bergizi, tetapi juga identitas yang jelas, pendidikan, pelayanan kesehatan, perlindungan dari kekerasan, serta ruang untuk menyampaikan pendapat dan mengembangkan potensi dirinya.
Baginya, upaya pencegahan stunting dan perlindungan anak merupakan dua hal yang saling berkaitan. Anak yang tumbuh sehat membutuhkan dukungan gizi yang baik, pola pengasuhan yang tepat, lingkungan yang aman, serta perhatian berkelanjutan dari orang tua dan orang-orang di sekitarnya.
Edukasi dalam kegiatan tersebut turut melibatkan Forum Anak Kabupaten Gorontalo yang menyampaikan pesan tentang pentingnya pemenuhan gizi bagi pertumbuhan generasi muda.
“Biar tidak makan makanan yang enak, yang penting bergizi demi pertumbuhan kami, anak generasi bangsa,” ujar perwakilan Forum Anak.
Pesan itu sejalan dengan upaya mendorong keluarga agar lebih mengutamakan kualitas gizi dalam setiap hidangan. Melalui praktik memasak sehat dalam program DASHAT, peserta diajak mengenali dan mengolah bahan pangan yang mudah dijangkau menjadi menu bergizi bagi anak.
Maryam juga menaruh perhatian pada pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, yang dikenal sebagai periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pada fase ini, kecukupan gizi ibu dan anak, pemberian ASI, makanan pendamping ASI sesuai usia, serta pemantauan pertumbuhan secara berkala menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Ia berharap kegiatan Maryam Go Menyapa dapat menjadi sarana untuk mendekatkan edukasi kepada keluarga sekaligus memperkuat kepedulian bersama terhadap pemenuhan hak anak dan pencegahan stunting di Kabupaten Gorontalo.
“Harapannya, keluarga semakin peduli terhadap kebutuhan gizi dan kesehatan anak, sekaligus mampu menciptakan suasana rumah yang aman, nyaman, penuh kasih sayang, dan ramah anak,” menjadi pesan penutup yang relevan untuk menguatkan tujuan kegiatan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Gorontalo, Seviyanti Ransi Toma, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Ismail T. Akase, serta unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan.
Melalui Maryam Go Menyapa yang dipadukan dengan DASHAT, TP-PKK Kabupaten Gorontalo mendorong penguatan ketahanan keluarga sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang sehat, terlindungi, dan memiliki kesempatan berkembang secara optimal.










