LIMBOTO, newsline.Id— Pemerintah Kabupaten Gorontalo mendorong penguatan inovasi daerah yang tidak hanya melahirkan gagasan baru, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bapperida, Riset, dan Inovasi Daerah Kabupaten Gorontalo, Dr. Bambang Supriyanto, M.Si., melalui materi bertajuk “Menembus Batas: Strategi Pemerintah Daerah Menuju Kabupaten Inovatif” dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Daerah Tahun 2026, Kamis (22/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pemaparannya, Bambang menekankan bahwa inovasi merupakan bagian penting dari transformasi tata kelola pemerintahan. Karena itu, perangkat daerah didorong untuk mengubah pola kerja yang bersifat rutin menjadi lebih kreatif, adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil.
Menurutnya, keberhasilan inovasi tidak cukup diukur dari banyaknya ide, program, atau dokumen yang dihasilkan. Lebih dari itu, inovasi harus mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat, memberikan manfaat yang terukur, serta memiliki peluang untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Untuk mewujudkan Kabupaten Gorontalo yang inovatif, terdapat lima kunci utama yang perlu diperkuat, yakni kepemimpinan yang mendukung inovasi, penentuan masalah prioritas, ruang untuk bereksperimen dan melakukan perbaikan, kolaborasi lintas sektor, serta pengukuran dampak dan replikasi inovasi yang berhasil.
Kelima aspek tersebut menjadi landasan bagi perangkat daerah dalam merancang program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, inovasi tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi dilanjutkan melalui pengujian, evaluasi, dan penerapan yang memberikan manfaat nyata.
Pemanfaatan Teknologi dan Kolaborasi
Selain penguatan tata kelola, pemanfaatan teknologi digital juga menjadi bagian dari pengembangan inovasi daerah. Salah satu contoh yang disampaikan dalam materi tersebut adalah PANDAI AI (Pendapatan Daerah Artificial Intelligence), sebuah inovasi yang berkaitan dengan pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mendukung akses informasi dan layanan pajak daerah.
Inovasi berbasis teknologi diharapkan dapat mempermudah masyarakat memperoleh informasi, meningkatkan kemudahan layanan, serta mendukung transparansi dalam pengelolaan pendapatan daerah.
Bambang juga menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi perangkat daerah (OPD), perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat. Sinergi berbagai pihak diperlukan agar inovasi yang dikembangkan memiliki dasar kebutuhan yang jelas, dapat diterapkan, dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Targetkan Hasil melalui Rencana Aksi 90 Hari
Sebagai langkah konkret, pengembangan inovasi diarahkan melalui pendekatan Rencana Aksi 90 Hari dengan prinsip “Mulai Kecil, Bergerak Cepat”.
Pada 30 hari pertama, perangkat daerah diarahkan untuk mengidentifikasi dan memilih masalah prioritas sekaligus menyusun desain solusi. Tahap hari ke-31 hingga ke-60 difokuskan pada pengembangan dan uji coba prototipe, termasuk mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki.
Selanjutnya, pada hari ke-61 hingga ke-90, dilakukan pengukuran hasil untuk mengetahui manfaat inovasi sekaligus menentukan langkah keberlanjutan atau kemungkinan penerapannya di wilayah maupun perangkat daerah lain.
Melalui pendekatan tersebut, setiap perangkat daerah diharapkan mampu membangun inovasi secara bertahap, terukur, dan sesuai dengan persoalan yang ingin diselesaikan.
Penguatan inovasi daerah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang semakin responsif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Dengan menjadikan manfaat nyata sebagai ukuran keberhasilan, inovasi diharapkan tidak sekadar menjadi program administratif, tetapi berkembang menjadi solusi berkelanjutan yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan Kabupaten Gorontalo.










