Plasma Terabaikan, Garda Satu Demo Tuntut Kembalikan Lahan

Thursday, 4 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOALEMO, — Ratusan massa aksi Organisasi Masyarakat (Ormas) Garda Satu Provinsi Gorontalo menuntut pemerintah segera mengambil langkah tegas terhadap perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Agro Artha Surya (AAS) yang diduga melakukan berbagai pelanggaran. Rabu (3/9/2025).

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Agro Artha Surya (AAS).

Dalam orasi yang disampaikan, Masa Aksi menilai PT. AAS telah merugikan masyarakat, khususnya petani plasma. Mereka menuding perusahaan beroperasi tanpa kelengkapan izin yang sah, serta melakukan praktik pembagian hasil yang tidak adil dan tidak transparan.

ADVERTISEMENT

website

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Garda Satu Provinsi Gorontalo Kisman Abubakar dalam pernyataannya menegaskan, aksi ini merupakan bentuk perlawanan masyarakat terhadap praktik perusahaan yang dianggap menyimpang dari perjanjian awal dengan petani. 

“Kami hadir untuk memperjuangkan hak petani yang telah dirampas. Jika pemerintah daerah tidak tegas, masyarakat akan terus dirugikan,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, Garda Satu menyampaikan empat poin utama tuntutan, yakni:

  1. Segera menutup dan menghentikan operasional pabrik PT. Agro Artha Surya apabila terbukti melanggar ketentuan perizinan dan merugikan masyarakat.
  2. Melakukan evaluasi ulang izin operasional atau Hak Guna Usaha (HGU) yang diberikan pemerintah daerah sejak 2013.
  3. Mengembalikan lahan petani plasma serta memastikan mekanisme bagi hasil yang adil dan transparan.
  4. Menyerahkan dokumen-dokumen perizinan dan bagi hasil kepada publik serta pihak-pihak terkait.

Aksi massa berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif. (*)

Berita Terkait

Oknum Anggota Kevin Diduga Pengumpul Atensi PETI Sebanyak 11 Eksavator Dengan Atensi 30JT Pernit
Bupati Sofyan: Inovasi Daerah Jadi Pendorong Peningkatan Kinerja OPD
Diduga Jadi Pengumpul Atensi PETI Taluditi, Nama Oknum Intel Kodam Palu Kevin Mencuat
Momentum Hari Kesaktian Pancasila, Zulfikar Serukan Persatuan dan Gotong Royong Bangun Kabupaten Gorontalo
SiPaTerJam Diluncurkan: Ketika Pelayanan Jaminan Kesehatan Tak Lagi Dimulai dari Antrean
Kadisdikbud Jurni Biahimo Konsolidasikan 19 Korwil, Perkuat Tata Kelola Pendidikan
Kemenag Kabgor Terbitkan 64 Buku Nikah, Isbat Nikah Terpadu Permudah Warga Dapat Kepastian Hukum
Jurni Biahimo: Guru PPPK Kabupaten Gorontalo Akan Digaji Pusat Mulai Januari 2027

Berita Terkait

Thursday, 1 October 2026 - 22:26 WITA

Oknum Anggota Kevin Diduga Pengumpul Atensi PETI Sebanyak 11 Eksavator Dengan Atensi 30JT Pernit

Thursday, 1 October 2026 - 15:04 WITA

Bupati Sofyan: Inovasi Daerah Jadi Pendorong Peningkatan Kinerja OPD

Thursday, 1 October 2026 - 12:37 WITA

Diduga Jadi Pengumpul Atensi PETI Taluditi, Nama Oknum Intel Kodam Palu Kevin Mencuat

Thursday, 1 October 2026 - 12:09 WITA

Momentum Hari Kesaktian Pancasila, Zulfikar Serukan Persatuan dan Gotong Royong Bangun Kabupaten Gorontalo

Thursday, 1 October 2026 - 08:38 WITA

SiPaTerJam Diluncurkan: Ketika Pelayanan Jaminan Kesehatan Tak Lagi Dimulai dari Antrean

Berita Terbaru

Kab. Gorontalo

Bupati Sofyan: Inovasi Daerah Jadi Pendorong Peningkatan Kinerja OPD

Thursday, 1 Oct 2026 - 15:04 WITA