LIMBOTO, Newsline .id– Pemerintah Kabupaten Gorontalo memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dengan mempercepat penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Eliminasi TBC dan menyiapkan regulasi pendukung sebagai langkah konkret menekan angka penyebaran penyakit tersebut.
Langkah ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor Penanggulangan TBC yang dibuka langsung oleh Bupati Gorontalo Sofyan Puhi di Grand Bukit Proja, Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Jumat (12/6/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Ismail Akase, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil temuan dan pelacakan kasus yang dilakukan jajaran puskesmas, hingga pertengahan tahun 2026 tercatat sebanyak 658 kasus TBC di Kabupaten Gorontalo.
Data tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena TBC masih menjadi salah satu penyakit menular yang membutuhkan penanganan komprehensif dan berkelanjutan.
“Angka ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memperkuat langkah-langkah strategis dalam percepatan eliminasi TBC. Karena itu, kami sedang menyusun Rencana Aksi Daerah yang akan menjadi pedoman bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujar Ismail.
Menurutnya, penyusunan RAD tidak hanya berfokus pada aspek pengobatan dan pelayanan kesehatan, tetapi juga mengintegrasikan berbagai program lintas sektor yang mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Sebagai bentuk penguatan regulasi, Pemerintah Kabupaten Gorontalo juga tengah mempersiapkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM). Regulasi tersebut diharapkan menjadi payung hukum dalam pelaksanaan program pencegahan, penanganan, hingga pengendalian penyakit menular di daerah.
“Perbup ini nantinya akan mempertegas peran dan tanggung jawab seluruh pihak, sehingga upaya penanggulangan penyakit menular dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menegaskan bahwa penanganan TBC harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh komponen daerah. Menurutnya, keberhasilan eliminasi TBC tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan, melainkan membutuhkan dukungan lintas sektor hingga ke tingkat desa dan keluarga.
“Rapat koordinasi ini harus menghasilkan langkah nyata, bukan sekadar agenda rutin. Saya ingin Rencana Aksi Daerah yang disusun benar-benar menjadi pedoman kerja yang jelas, memiliki target yang terukur, dan dapat dievaluasi secara berkala,” tegas Sofyan.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Gorontalo berkomitmen menjadikan isu kesehatan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Karena itu, berbagai program penanggulangan TBC akan disinergikan dengan upaya penanganan stunting, penguatan Posyandu, peningkatan kualitas lingkungan permukiman, serta perlindungan sosial bagi masyarakat rentan.
“Kalau kita bekerja secara bersama-sama dan terintegrasi, saya optimistis Kabupaten Gorontalo mampu menekan angka kasus TBC secara signifikan. Rencana aksi yang kita susun hari ini harus menjadi peta jalan menuju Kabupaten Gorontalo yang lebih sehat dan bebas TBC,” tandas Sofyan.
Bupati Sofyan menambahkan, keberhasilan eliminasi TBC tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan semata, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, hingga dunia usaha.
Melalui sinergi lintas sektor yang terus diperkuat, Pemerintah Kabupaten Gorontalo optimistis target eliminasi TBC dapat tercapai sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.










