LIMBOTO, Newsline .id– Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus memperkuat sektor usaha mikro sebagai pilar ekonomi daerah melalui program pengembangan Sustainable Tourism (ST) berbasis pemberdayaan masyarakat. Sebanyak 66 pelaku UMKM ST Sustainable Tourism di Kabupaten Gorontalo menerima bantuan gerobak usaha untuk mendukung peningkatan kapasitas usaha sekaligus memperkuat kawasan wisata kuliner yang berkelanjutan.
Penyerahan bantuan tahap pertama dilakukan di Kawasan Kuliner Limboto dan diserahkan langsung oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, didampingi Wakil Bupati Tonny S. Junus. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Zulfikar Usira, Sekretaris Daerah Sugondo Makmur, Ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo Maryam Sofyan Puhi, serta jajaran pimpinan OP, Sabtu 13 Juni
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Sofyan Puhi mengatakan, program bantuan gerobak merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam membangun ekonomi rakyat yang terintegrasi dengan pengembangan sektor pariwisata.
Menurutnya, keberadaan UMKM memiliki peran penting dalam menciptakan perputaran ekonomi di tingkat masyarakat sekaligus menjadi pendukung utama destinasi wisata daerah.
“Pengembangan pariwisata tidak hanya berbicara tentang destinasi, tetapi juga bagaimana masyarakat memperoleh manfaat ekonomi secara langsung. Karena itu, UMKM harus diperkuat agar mampu tumbuh, berkembang, dan menjadi bagian dari ekosistem pariwisata yang berkelanjutan,” ujar Sofyan.
Ia menegaskan, bantuan yang diberikan tidak sekadar sarana berjualan, melainkan instrumen pemberdayaan ekonomi yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha sekaligus memperkuat daya tarik kawasan wisata kuliner di Kabupaten Gorontalo.
Sofyan juga mengajak para penerima bantuan untuk terus meningkatkan kualitas produk, menjaga kebersihan lingkungan usaha, memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi dan pemasaran.
“Kita ingin kawasan-kawasan kuliner di Kabupaten Gorontalo tampil lebih tertata, nyaman, dan memiliki daya saing. UMKM harus menjadi wajah kemajuan ekonomi daerah sekaligus penopang sektor pariwisata,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Gorontalo, Fany Salamanya, menjelaskan bahwa program bantuan tersebut menyasar 66 pelaku UMKM yang tergabung dalam program ST Sustainable Tourism.
Penyaluran dilakukan secara bertahap, dengan tahap pertama sebanyak 17 unit gerobak, tahap kedua 16 unit, dan tahap ketiga 33 unit gerobak.
Menurut Fany, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kreatif dan memperluas manfaat sektor pariwisata bagi masyarakat.
“Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan pelaku UMKM memperoleh dukungan sarana usaha yang memadai sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha mereka,” katanya.
Dukungan terhadap penguatan UMKM juga datang dari DPRD Kabupaten Gorontalo. Ketua DPRD Zulfikar Usira menegaskan bahwa legislatif dan eksekutif memiliki komitmen yang sama dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, alokasi anggaran untuk pengembangan UMKM merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap usaha rakyat yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
“Setiap rupiah anggaran harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu DPRD akan terus mengawal program-program yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Program bantuan gerobak bagi 66 pelaku UMKM ST Sustainable Tourism tersebut menjadi salah satu langkah konkret Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam membangun ekonomi daerah yang inklusif, memperkuat sektor pariwisata, serta mendorong lahirnya pelaku usaha yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan










