Berdiri Sejak 1945, Panti Asuhan ‘Aisyiyah Limboto Jadi Salah Satu Panti Tertua di Indonesia

Tuesday, 11 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

LIMBOTO, newsline.id– Panti Asuhan ‘Aisyiyah Limboto di Kabupaten Gorontalo memiliki perjalanan sejarah panjang dalam memberikan pengasuhan dan pembinaan bagi anak-anak.

Panti tersebut berdiri pada 26 Agustus 1945, hanya beberapa hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

ADVERTISEMENT

website

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gorontalo sekaligus Penanggung Jawab Panti Asuhan ‘Aisyiyah Limboto, Dra. Hj. Alinda K. Umar, mengatakan lembaga tersebut dikenal sebagai panti asuhan tertua kedua di Indonesia.

“Ini adalah panti asuhan tertua kedua di Indonesia, tepatnya berdiri pada tanggal 26 Agustus 1945,” kata Alinda.

Dalam perjalanannya, panti tersebut awalnya dikenal sebagai rumah yatim. Seiring perkembangan kondisi sosial masyarakat, pengurus kemudian memperluas cakupan pengasuhan.

Pengasuhan tidak lagi hanya ditujukan kepada anak yatim dan piatu, tetapi juga anak-anak terlantar yang membutuhkan pengasuhan alternatif.

“Awalnya adalah rumah yatim. Kemudian berkembang setelah melihat keadaan di masyarakat. Kami membuka diri bahwa pengasuhan itu bukan hanya anak-anak yatim piatu, tetapi juga anak-anak yang terlantar dan memerlukan pengasuhan alternatif,” ujarnya.

Berstatus LKSA

Dalam perkembangannya, Panti Asuhan ‘Aisyiyah Limboto menjalin kerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo dan kini berstatus sebagai Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).

Layanan pengasuhan diberikan kepada anak-anak yang tinggal di dalam panti maupun anak-anak yang tetap berada di luar panti.

Alinda mengatakan, orientasi pengasuhan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga pembentukan karakter, penguatan keimanan dan keterampilan.

“Kami ingin anak-anak ini menjadi anak-anak yang soleh dan solehah, berakhlakul karimah, imannya kuat, dan Islamnya benar. Selain itu, kami berupaya agar mereka memiliki keterampilan dan bisa mandiri,” katanya.

Bermula dari Rumah Hibah

Alinda menuturkan, keberadaan panti tersebut bermula dari sebuah rumah yang dihibahkan oleh Keluarga Bolonggodu Biki.

Bangunan itu kemudian dikembangkan secara bertahap melalui dukungan dan gotong royong pengurus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

Kini, bangunan panti telah berkembang menjadi tiga lantai.

Lantai pertama digunakan sebagai ruang pertemuan, lantai kedua menjadi tempat hunian anak-anak, sedangkan lantai ketiga direncanakan sebagai tempat penginapan atau homestay.

Pengembangan homestay tersebut diarahkan sebagai salah satu sumber pendapatan mandiri untuk membantu membiayai operasional panti dan kebutuhan anak-anak asuh.

“Tujuannya agar dari homestay ini ada income untuk membantu operasional anak-anak panti,” jelas Alinda.

Namun, pembangunan lantai tiga hingga kini belum sepenuhnya rampung.

Alinda mengatakan, sekitar lima tahun lalu pemerintah daerah pernah memberikan dukungan anggaran sebesar Rp 400 juta, yang terdiri dari Rp 300 juta untuk Muhammadiyah dan Rp 100 juta untuk ‘Aisyiyah.

Secara keseluruhan, dana yang telah terserap untuk pengembangan panti mencapai sekitar Rp 2 miliar, di luar bantuan berupa material.

“Kami berharap jika ada rezeki atau dukungan dari pemerintah daerah sekitar Rp 200 juta, insyaAllah lantai tiga sudah bisa direalisasikan dan dimanfaatkan,” ujarnya.

Alinda berharap keberadaan Panti Asuhan ‘Aisyiyah Limboto dapat terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai tempat pengasuhan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan anak, tetapi juga mempersiapkan mereka menjadi pribadi yang mandiri ketika kembali ke keluarga dan masyarakat.

Berita Terkait

Terjerat Narkoba, Pegawai Lapas Boalemo Ternyata Baru Pindah dari Pohuwato
Pemkab Gorontalo dan Ditjen Tata Ruang ATR/BPN Kolaborasi Susun KLHS RDTR Tiga Kawasan
Zulfikar Usira: DPRD Dukung Penguatan Sosial dan Pemberdayaan Desa
1.800 Perangkat Desa Disiapkan Jadi Agen Perlindungan Sosial di Kabupaten Gorontalo
Sofyan Puhi Minta Jajaran Desa Satu Komando Tangani Persoalan Masyarakat
ASN Lapas Boalemo Ditangkap Bersama Pria 65 Tahun, Polisi Temukan Sabu di Kamar Kos
Irjen Nurworo Danang Jadi Kapolda Gorontalo, Ini Profil dan Perjalanan Kariernya
SPPG 3T Dulamayo Selatan Resmi Berdiri, Siap Serap Hasil Tani Lokal untuk Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terkait

Tuesday, 6 October 2026 - 12:39 WITA

Terjerat Narkoba, Pegawai Lapas Boalemo Ternyata Baru Pindah dari Pohuwato

Tuesday, 6 October 2026 - 11:47 WITA

Pemkab Gorontalo dan Ditjen Tata Ruang ATR/BPN Kolaborasi Susun KLHS RDTR Tiga Kawasan

Tuesday, 6 October 2026 - 06:36 WITA

Zulfikar Usira: DPRD Dukung Penguatan Sosial dan Pemberdayaan Desa

Monday, 5 October 2026 - 14:39 WITA

1.800 Perangkat Desa Disiapkan Jadi Agen Perlindungan Sosial di Kabupaten Gorontalo

Monday, 5 October 2026 - 14:35 WITA

Sofyan Puhi Minta Jajaran Desa Satu Komando Tangani Persoalan Masyarakat

Berita Terbaru

Kab. Gorontalo

Zulfikar Usira: DPRD Dukung Penguatan Sosial dan Pemberdayaan Desa

Tuesday, 6 Oct 2026 - 06:36 WITA

Kab. Gorontalo

Sofyan Puhi Minta Jajaran Desa Satu Komando Tangani Persoalan Masyarakat

Monday, 5 Oct 2026 - 14:35 WITA