Ketika Ayah Tidak Hadir: Mengapa Negara Harus Peduli?

Friday, 25 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Membangun Generasi dari Rumah: Perspektif Pemerintahan Wirausaha dalam Mengatasi Fatherless

Penulis : Sri Wahyuni Pangkey, Mahasiswa S2 Universitas Bina Mandiri Gorontalo

ADVERTISEMENT

website

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembangunan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, infrastruktur, atau kemajuan teknologi. Lebih jauh dari itu, kualitas manusia yang akan meneruskan pembangunan menjadi faktor utama keberhasilan suatu negara. Namun, di tengah berbagai kemajuan tersebut, muncul fenomena sosial yang perlu mendapat perhatian serius, yaitu fatherless atau kondisi ketika anak tumbuh tanpa keterlibatan ayah yang bermakna dalam kehidupannya.

Fatherless bukan sekadar persoalan seorang ayah yang tidak berada di rumah. Fenomena ini juga terjadi ketika seorang ayah hadir secara fisik, tetapi tidak hadir secara emosional dalam proses pengasuhan, komunikasi, pendidikan, dan pembentukan karakter anak. Berdasarkan data Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Tahun 2025, sekitar 25,8 persen anak Indonesia mengalami kondisi fatherless. Artinya, satu dari empat anak Indonesia menghadapi keterbatasan keterlibatan ayah dalam kehidupannya.

Selama ini, persoalan pengasuhan sering dianggap sebagai urusan privat keluarga. Namun, perkembangan sosial menunjukkan bahwa fatherless telah berkembang menjadi persoalan publik karena dampaknya berkaitan dengan kualitas generasi masa depan. Anak yang tumbuh tanpa keterlibatan ayah yang optimal berpotensi mengalami hambatan dalam perkembangan emosional, kepercayaan diri, kemampuan sosial, hingga pembentukan karakter.

Jika dibiarkan, fenomena ini tidak hanya menjadi masalah keluarga, tetapi dapat menjadi tantangan pembangunan sumber daya manusia. Pemerintah perlu melihat fatherless sebagai isu strategis yang membutuhkan pendekatan kebijakan baru, bukan hanya melalui program administratif, tetapi melalui inovasi sosial yang mampu menyentuh akar permasalahan.

Dalam konteks inilah konsep Pemerintahan Wirausaha (Enterprising Government) menjadi relevan. Pemerintahan wirausaha menempatkan pemerintah bukan hanya sebagai pelaksana aturan, tetapi sebagai agen perubahan yang mampu menciptakan inovasi, membangun kolaborasi, serta menghasilkan solusi nyata terhadap persoalan masyarakat.
Pendekatan pemerintahan wirausaha mengajarkan bahwa pemerintah harus mampu berpikir kreatif dalam menghadapi masalah sosial. Dalam kasus fatherless, pemerintah tidak cukup hanya membuat program sosialisasi, tetapi perlu membangun ekosistem pengasuhan yang melibatkan keluarga, sekolah, komunitas, organisasi masyarakat, dan sektor swasta.

Prinsip Community-Owned Government dapat diterapkan dengan mendorong masyarakat menjadi bagian dari solusi melalui komunitas ayah, kelompok parenting, dan gerakan sosial yang meningkatkan kesadaran tentang pentingnya keterlibatan ayah. Sementara prinsip Anticipatory Government mendorong pemerintah untuk melakukan pencegahan melalui pendidikan pranikah, konseling keluarga, serta penguatan literasi pengasuhan sejak dini.

Selain itu, keberhasilan program pemerintah harus diukur berdasarkan dampak yang dihasilkan, bukan hanya berdasarkan jumlah kegiatan yang dilakukan. Prinsip Results-Oriented Government menuntut adanya indikator nyata, seperti meningkatnya komunikasi antara ayah dan anak, meningkatnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan, serta semakin kuatnya ketahanan keluarga.

Pemerintah juga perlu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana inovasi. Platform edukasi keluarga, layanan konsultasi daring, kampanye publik melalui media sosial, hingga sistem pendampingan keluarga berbasis komunitas dapat menjadi strategi baru dalam menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Fenomena fatherless memberikan pesan penting bahwa pembangunan manusia dimulai dari rumah. Negara tidak dapat menggantikan peran keluarga, tetapi negara memiliki tanggung jawab menciptakan lingkungan yang mendukung keluarga agar mampu menjalankan fungsinya dengan baik.

Pemerintahan modern bukan hanya tentang bagaimana pemerintah mengelola anggaran, tetapi bagaimana pemerintah menciptakan nilai publik dan menghadirkan perubahan sosial. Melalui pendekatan Enterprising Government, pemerintah dapat menjadi katalisator dalam membangun kembali budaya pengasuhan yang menempatkan ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendidik, pendamping, dan pembentuk karakter generasi bangsa.

Pada akhirnya, mengatasi fatherless bukan hanya tentang menghadirkan kembali sosok ayah dalam keluarga, tetapi tentang membangun masa depan bangsa melalui keluarga yang lebih kuat. Karena kualitas generasi mendatang tidak hanya ditentukan oleh apa yang dibangun pemerintah hari ini, tetapi juga oleh bagaimana keluarga membentuk manusia yang akan memimpin Indonesia di masa depan.

Berita Terkait

KOIN STUNTING DAN SEMANGAT PEMERINTAH MILIK MASYARAKAT DALAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING
Jangan Jadi Pejabat Jika Thomas – Mikson Anti Kritik, Pers Bukan Humas DPRD
Jika Fungsi Pengawasan Dinilai Gagal, Semua Unsur DPRD Harus Bertanggung Jawab
Tantangan Pemerintahan Daerah: Korupsi, Konflik, dan Persatuan Bangsa
Peran Elite Dalam Politik Lokal
Strategi Mengantisipasi Pelarian Tersangka Korupsi ke Luar Negeri
Meluruskan Tafsir Regulasi: Trotoar sebagai Hak Mobilitas Publik, Bukan Area Komersial
Politik Tutuhia: Ketika Kawan Menjadi Lawan

Berita Terkait

Friday, 25 September 2026 - 16:56 WITA

Ketika Ayah Tidak Hadir: Mengapa Negara Harus Peduli?

Friday, 25 September 2026 - 15:57 WITA

KOIN STUNTING DAN SEMANGAT PEMERINTAH MILIK MASYARAKAT DALAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING

Thursday, 16 July 2026 - 23:43 WITA

Jangan Jadi Pejabat Jika Thomas – Mikson Anti Kritik, Pers Bukan Humas DPRD

Tuesday, 7 July 2026 - 11:46 WITA

Jika Fungsi Pengawasan Dinilai Gagal, Semua Unsur DPRD Harus Bertanggung Jawab

Wednesday, 20 May 2026 - 23:02 WITA

Tantangan Pemerintahan Daerah: Korupsi, Konflik, dan Persatuan Bangsa

Berita Terbaru

Kab. Gorontalo

Bupati Sofyan: Inovasi Daerah Jadi Pendorong Peningkatan Kinerja OPD

Thursday, 1 Oct 2026 - 15:04 WITA