LIMBOTO, newsline.id– Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Dr. apt. Salmah Orbayinah, M.Kes., mengunjungi Panti Asuhan ‘Aisyiyah Limboto, Kabupaten Gorontalo,Selasa (11/8).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda silaturahmi dengan warga persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Kabupaten Gorontalo, khususnya para pengurus serta anak-anak asuh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Menguatkan Kepedulian, Mewujudkan Generasi Berkemajuan.”
Penanggung Jawab Panti Asuhan ‘Aisyiyah Limboto sekaligus Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gorontalo, Dra. Hj. Alinda K. Umar, mengatakan kunjungan Ketua Umum PP ‘Aisyiyah menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memberikan motivasi kepada anak-anak panti.
Menurut Alinda, Salmah Orbayinah menyapa anak-anak asuh dengan penuh keakraban dan kasih sayang.
“Beliau menyapa anak-anak dengan senang hati, seperti hubungan anak dan orang tua. Beliau berharap panti asuhan ini menjadi tempat yang nyaman bagi anak-anak, seperti dirawat oleh orang tua sendiri,” ujar Alinda.
Alinda mengatakan, kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan bagi pengurus untuk menyampaikan berbagai upaya pengembangan panti, termasuk peningkatan fasilitas dan penguatan jejaring.
Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, kata dia, merespons positif berbagai ikhtiar tersebut dan mendorong pengurus untuk terus memperkuat jejaring serta sinergi dengan berbagai pihak.
“Beliau juga merespons positif upaya pengembangan panti dan menyarankan agar jejaring terus diperkuat,” kata Alinda.
Pengasuhan Tidak Hanya di Dalam Panti
Alinda menjelaskan, Panti Asuhan ‘Aisyiyah Limboto saat ini tidak hanya memberikan pengasuhan kepada anak-anak yang tinggal di dalam panti.
Panti yang telah bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo itu juga memberikan layanan kepada anak-anak di luar panti yang membutuhkan pengasuhan alternatif.
“Kami membuka diri bahwa pengasuhan itu bukan hanya sekadar anak-anak yatim piatu, tetapi termasuk anak-anak yang terlantar dan memerlukan pengasuhan alternatif,” ujarnya.
Menurut Alinda, tujuan utama pengasuhan adalah membentuk anak-anak yang memiliki akhlak baik, keimanan yang kuat, sekaligus memiliki keterampilan dan kemampuan untuk hidup mandiri.
“Kami berupaya sedapat mungkin agar anak-anak ini menjadi mandiri, memiliki keterampilan, sehingga ketika kembali ke keluarga mereka bisa membiayai hidupnya sendiri,” katanya.
Selain mendampingi anak, pengurus juga memberikan pencerahan kepada orang tua. Hal itu dilakukan karena anak-anak tidak selamanya berada di panti dan pada waktunya diharapkan dapat kembali hidup bersama keluarganya.
“Anak-anak tidak selamanya di panti asuhan. Suatu saat mereka akan kembali ke keluarga. Karena itu, orang tua juga perlu memahami pentingnya kehadiran mereka bagi anak-anak,” ujar Alinda.
Ia berharap perhatian dan dukungan dari berbagai pihak terhadap Panti Asuhan ‘Aisyiyah Limboto terus berkembang sehingga panti dapat memberikan pengasuhan yang semakin baik dan menjadi tempat tumbuh yang nyaman bagi anak-anak.










