GORONTALO, NEWSLINE.ID— PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Manado menunjukkan komitmen dan kepedulian sosialnya terhadap masyarakat di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Madani Care – Madani Peduli Stunting”, PNM menggelar kegiatan edukasi serta pencegahan stunting di UPTD Puskesmas Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Jumat 10 Oktober 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Pencegahan Stunting Serta Edukasi Peduli Kesehatan Ibu dan Anak” ini menjadi wujud nyata intervensi PNM dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat, khususnya bagi para ibu dan anak di wilayah pedesaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Manajer Regional Mekaar Wilayah Provinsi Gorontalo selaku Penanggung Jawab Kantor Cabang Penghubung, Gufran, menyampaikan bahwa kehadiran PNM tidak hanya berfokus pada pemberian modal finansial semata, melainkan juga menyentuh aspek modal intelektual dan sosial masyarakat.
“Pemberdayaan yang kami lakukan mencakup tiga pilar utama: modal finansial berupa akses pembiayaan usaha, modal intelektual lewat pelatihan pengembangan kapasitas usaha, serta modal sosial yang salah satunya direalisasikan melalui program pencegahan stunting seperti hari ini,” ujar Gufran saat ditemui di Puskesmas Dungaliyo.
Ia menjelaskan, untuk wilayah Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Utara, PNM Cabang Manado saat ini telah membawahi 31 unit kantor Mekaar dengan total nasabah aktif mencapai sekitar 99.000 ibu-ibu pelaku usaha mikro. Khusus di wilayah Kecamatan Dungaliyo dan Bongomeme, keberadaan PNM sejak tahun 2018 telah berhasil merangkul hingga 5.450 mitra usaha UMKM.
Guna mendampingi ribuan nasabah tersebut, PNM menyiagakan sekitar 17 personel lapangan di wilayah Bongomeme dan Dungaliyo, mulai dari Kepala Unit, Wakil Kepala Unit, hingga petugas pendamping lapangan.
“Alhamdulillah, kerja sama dan hubungan dengan masyarakat Dungaliyo serta Bongomeme sangat baik dan kooperatif. Para nasabah sangat bertanggung jawab dan disiplin, baik dalam kelompok maupun dalam mengikuti setiap kegiatan pelatihan yang kami gelar,” tambahnya.
Gufran berharap program Madani Care ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan gizi dan kesehatan anak-anak di Kabupaten Gorontalo, sekaligus mempererat sinergi antara masyarakat, tenaga kesehatan puskesmas, dan tim pendamping PNM di lapangan. Ke depan, PNM berkomitmen untuk terus melanjutkan program kepedulian sosial serupa di berbagai titik wilayah operasional lainnya.
Kepala Puskesmas Dungaliyo,Indri A. R. Pasigai, A.ST, mengungkapkan bahwa kerja sama ini bermula dari informasi yang diterima pihak puskesmas mengenai adanya program kepedulian sosial dari PNM.
”Sekitar satu atau dua minggu lalu kami mendapat informasi terkait program dari PNM untuk sosialisasi anak stunting dan ibu hamil. Setelah mengajukan proposal dan melewati tahap penyempurnaan, pihak PNM menyatakan program siap dilaksanakan,” ujar Indri saat ditemui di lokasi kegiatan.
Indri mengapresiasi langkah konkret PNM yang tidak hanya bergerak di bidang pembiayaan dan pemberdayaan ekonomi, tetapi juga menyentuh sektor sosial dan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, pemahaman masyarakat selama ini terhadap PNM masih terbatas pada layanan pembiayaan mikro semata.
”Jujur saya sempat kaget. Masyarakat umumnya mengenal PNM hanya seputar simpan pinjam atau permodalan. Ternyata PNM juga memiliki program kepedulian sosial yang sangat bermanfaat, seperti kegiatan pencegahan stunting dan pendampingan ibu hamil yang dilaksanakan di puskesmas ini,” jelasnya.
Pihak puskesmas berharap sinergi dan kolaborasi ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan agar manfaatnya dapat dirasakan secara meluas oleh masyarakat.
”Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut. Selain mendukung kesehatan gizi anak dan ibu hamil, kegiatan ini juga memberikan pemahaman baru bagi masyarakat akan peran sosial PNM di tengah lingkungan warga,” pungkas Indri.










