Dari PENAS XVII Lahir Persaudaraan Aceh–Gorontalo, Budaya dan Nilai Islam Jadi Perekat

Friday, 26 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GORONTALO, Newsline .id– Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 tidak hanya menjadi panggung pertukaran inovasi dan teknologi pertanian, tetapi juga melahirkan ikatan persaudaraan yang semakin erat antardaerah. Salah satu kesan mendalam datang dari kontingen Kabupaten Nagan Raya, Aceh, yang menilai Gorontalo memiliki banyak kesamaan dengan daerahnya, terutama dalam budaya, adat istiadat, dan kuatnya nilai-nilai keislaman yang hidup di tengah masyarakat.

Kesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya, Marzuki, saat berdialog dengan Ketua HKTI Provinsi Gorontalo, Prof. Nelson Pomalingo.

Menurut Marzuki, Aceh yang dikenal sebagai Serambi Mekkah dan Gorontalo yang dijuluki Serambi Madinah memiliki karakter masyarakat yang sama-sama menjunjung tinggi nilai religius, kearifan lokal, serta budaya gotong royong.

ADVERTISEMENT

website

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami merasakan suasana yang sangat akrab di Gorontalo. Budaya, adat istiadat, kuliner, hingga kehidupan masyarakatnya terasa dekat dengan Aceh. Nilai-nilai Islam benar-benar menjadi perekat yang memperkuat hubungan kedua daerah. Kami merasa seperti berada di rumah sendiri,” ujarnya.

Ia menilai penyelenggaraan PENAS XVII memberikan manfaat besar bagi para peserta karena menjadi ruang bertukar informasi, pengalaman, teknologi, dan inovasi di bidang pertanian serta peternakan. Menurutnya, forum nasional seperti ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pembangunan sektor pertanian melalui kolaborasi antardaerah.

Marzuki juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Ketua HKTI Provinsi Gorontalo, panitia, serta masyarakat Gorontalo yang dinilai telah memberikan pelayanan dan sambutan yang hangat kepada seluruh peserta dari berbagai penjuru Indonesia.

“Kami berharap hubungan baik yang terjalin selama PENAS tidak berhenti setelah kegiatan ini berakhir. Semoga persaudaraan ini terus berlanjut melalui kerja sama di bidang pertanian, peternakan, pengembangan sumber daya manusia, hingga pertukaran pengetahuan antardaerah,”katanya.

Sementara itu, Ketua HKTI Provinsi Gorontalo, Prof. Nelson Pomalingo, mengatakan PENAS bukan sekadar agenda nasional sektor pertanian, melainkan wahana membangun jejaring, memperkuat kolaborasi, sekaligus mempererat persaudaraan antardaerah.

Menurutnya, kedekatan budaya dan nilai-nilai keislaman yang dimiliki Aceh dan Gorontalo merupakan modal sosial yang sangat berharga untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang.

“PENAS mempertemukan masyarakat dari seluruh Indonesia dalam semangat kebersamaan. Selain bertukar pengalaman dan teknologi pertanian, kita juga membangun persaudaraan yang dilandasi kesamaan budaya, adat, dan nilai-nilai kehidupan. Inilah kekuatan yang akan melahirkan kolaborasi yang saling menguatkan,” ujar Nelson.

Melalui penyelenggaraan PENAS XVII, Gorontalo tidak hanya sukses menampilkan potensi pertanian, peternakan, dan perikanan kepada peserta dari seluruh Indonesia, tetapi juga memperlihatkan wajah daerah yang religius, aman, ramah, serta terbuka terhadap kolaborasi.

Kesan positif yang disampaikan para peserta menjadi bukti bahwa PENAS XVII meninggalkan warisan yang lebih besar daripada sekadar agenda nasional, yakni lahirnya jejaring kerja sama dan persaudaraan antardaerah yang diharapkan terus tumbuh untuk mendukung kemajuan pertanian Indonesia

 

 

Berita Terkait

1.800 Perangkat Desa Disiapkan Jadi Agen Perlindungan Sosial di Kabupaten Gorontalo
Sofyan Puhi Minta Jajaran Desa Satu Komando Tangani Persoalan Masyarakat
ASN Lapas Boalemo Ditangkap Bersama Pria 65 Tahun, Polisi Temukan Sabu di Kamar Kos
Irjen Nurworo Danang Jadi Kapolda Gorontalo, Ini Profil dan Perjalanan Kariernya
SPPG 3T Dulamayo Selatan Resmi Berdiri, Siap Serap Hasil Tani Lokal untuk Program Makan Bergizi Gratis
Kantongi Izin Kemenhub, UPTD KIR Yosonegoro Gelar Simulasi Operasional Sementara
Oknum Anggota Kevin Diduga Pengumpul Atensi PETI Sebanyak 11 Eksavator Dengan Atensi 30JT Pernit
Bupati Sofyan: Inovasi Daerah Jadi Pendorong Peningkatan Kinerja OPD

Berita Terkait

Monday, 5 October 2026 - 14:39 WITA

1.800 Perangkat Desa Disiapkan Jadi Agen Perlindungan Sosial di Kabupaten Gorontalo

Monday, 5 October 2026 - 14:35 WITA

Sofyan Puhi Minta Jajaran Desa Satu Komando Tangani Persoalan Masyarakat

Monday, 5 October 2026 - 08:56 WITA

ASN Lapas Boalemo Ditangkap Bersama Pria 65 Tahun, Polisi Temukan Sabu di Kamar Kos

Sunday, 4 October 2026 - 12:20 WITA

Irjen Nurworo Danang Jadi Kapolda Gorontalo, Ini Profil dan Perjalanan Kariernya

Friday, 2 October 2026 - 16:13 WITA

SPPG 3T Dulamayo Selatan Resmi Berdiri, Siap Serap Hasil Tani Lokal untuk Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru

Kab. Gorontalo

Sofyan Puhi Minta Jajaran Desa Satu Komando Tangani Persoalan Masyarakat

Monday, 5 Oct 2026 - 14:35 WITA