BOALEMO – Cahaya lampu tradisi mulai menyala di jantung Tilamuta. Suasana Alun-Alun dipenuhi warga yang antusias menyambut pembukaan Historia Tumbilotohe, Senin (16/03/2026).
Di tengah kemeriahan itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Boalemo, Iwan Woluwo, tampak hadir bersama unsur pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta generasi muda yang memadati lokasi kegiatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran Iwan menjadi simbol dukungan nyata terhadap pelestarian tradisi dan nilai-nilai keagamaan yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Gorontalo, khususnya di Kabupaten Boalemo.
Pembukaan Historia Tumbilotohe berlangsung khidmat namun tetap semarak. Gemerlap lampu, nuansa religi, dan kebersamaan masyarakat menjadi satu kesatuan yang menggambarkan kekayaan budaya lokal yang masih terjaga hingga kini.
Bagi Iwan, Tumbilotohe bukan sekadar tradisi menyalakan lampu di malam-malam akhir Ramadan. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai simbol spiritualitas, kebersamaan, dan warisan leluhur yang sarat makna.
“Tradisi Tumbilotohe memiliki makna yang sangat dalam bagi masyarakat Gorontalo, khususnya di Boalemo. Ini bukan hanya seremoni budaya, tetapi juga bentuk syiar Islam yang sarat dengan nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan penghormatan terhadap warisan leluhur,” ujar Iwan.
Ia menilai, pelaksanaan Historia Tumbilotohe menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas daerah di tengah arus modernisasi yang terus berkembang.
Menurutnya, pelestarian budaya lokal tidak boleh berhenti pada seremoni semata, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda.
“Kita berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam menjaga, merawat, dan melestarikan tradisi yang menjadi jati diri daerah ini,” tambahnya.
Lebih jauh, Iwan juga melihat kegiatan ini tidak hanya berdampak pada aspek budaya dan keagamaan, tetapi juga memiliki potensi dalam mendorong geliat sosial dan ekonomi masyarakat.
Partisipasi warga yang tinggi selama pelaksanaan kegiatan dinilai mampu menciptakan ruang interaksi sosial sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.
Pembukaan Historia Tumbilotohe di Alun-Alun Tilamuta tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan yang diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan masyarakat Boalemo dalam menyambut malam-malam akhir Ramadan. (*)











