Prof Nelson: Kesempatan Menjadi Tuan Rumah PENAS Bisa Datang Ratusan Tahun Sekali

Wednesday, 24 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Gorontalo, Newsline.id– Ketua HKTI Provinsi Gorontalo, Prof. Nelson Pomalingo, mengingatkan masyarakat agar tidak memandang Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 sebagai agenda seremonial semata. Menurutnya, kesempatan menjadi tuan rumah kegiatan nasional sebesar PENAS merupakan momentum langka yang bisa datang ratusan tahun sekali.

ADVERTISEMENT

website

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prof. Nelson menjelaskan, PENAS merupakan agenda nasional yang diselenggarakan setiap empat tahun. Jika pelaksanaannya digilir berdasarkan jumlah provinsi di Indonesia yang saat ini mencapai 38 provinsi, maka sebuah daerah berpotensi menunggu sekitar 152 tahun untuk kembali memperoleh kesempatan yang sama.

“Karena itu, PENAS jangan dianggap sebagai kegiatan biasa. Ini momentum bersejarah yang patut disyukuri oleh seluruh masyarakat Gorontalo,” ujar Prof. Nelson.

Mantan Bupati Gorontalo dua periode itu menilai, kepercayaan yang diberikan kepada Gorontalo sebagai tuan rumah PENAS XVII merupakan bukti bahwa daerah ini memiliki kapasitas dan kemampuan untuk menyelenggarakan agenda berskala nasional.

Menurutnya, manfaat PENAS tidak hanya dirasakan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap pembangunan daerah. Perputaran ekonomi meningkat, sektor usaha bergerak, promosi daerah semakin luas, serta membuka peluang investasi dan kerja sama di berbagai sektor.

“Jantung ekonomi bergerak, masyarakat merasakan manfaatnya, dan nama Gorontalo semakin dikenal di tingkat nasional. Ini adalah keuntungan besar yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” katanya.

Prof. Nelson yang juga Ketua Koalisi Pemerintah Penghasil Kelapa (KOPEK) dan pengurus HKTI Pusat Bidang Palma menilai Gorontalo memiliki pengalaman panjang dalam menyelenggarakan agenda besar. Pada masa kepemimpinan Gubernur Fadel Muhammad, Provinsi Gorontalo sukses menjadi tuan rumah Hari Keluarga Nasional (Harganas) dan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat nasional.

Sementara saat memimpin Kabupaten Gorontalo, Nelson juga berhasil menggelar peringatan Hari Kelapa Sedunia yang menghadirkan delegasi dari sekitar 20 negara, menjadikan Kabupaten Gorontalo sebagai pusat perhatian komunitas perkelapaan dunia.

“Pengalaman-pengalaman itu menunjukkan bahwa Gorontalo mampu menjadi tuan rumah berbagai event besar, baik nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Namun demikian, Prof. Nelson mengingatkan bahwa keberhasilan PENAS tidak boleh berhenti pada kemeriahan pelaksanaan semata. Ia berharap momentum tersebut menjadi titik awal lahirnya perubahan yang lebih besar bagi sektor pertanian, perikanan, dan perekonomian daerah.

Menurutnya, setidaknya ada tiga warisan penting yang harus ditinggalkan PENAS XVII, yakni transformasi teknologi, transformasi ekonomi, dan transformasi sumber daya manusia.

“Jangan sampai setelah PENAS selesai, semuanya ikut selesai. Harus ada tindak lanjut yang nyata agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar kawasan penyelenggaraan PENAS dikembangkan menjadi kawasan agrowisata dan pusat edukasi pertanian yang memiliki nilai sejarah bagi Gorontalo.

“PENAS XVII adalah bagian dari sejarah besar Gorontalo. Generasi mendatang harus mengetahui bahwa daerah ini pernah menjadi tuan rumah salah satu agenda nasional terbesar di Indonesia. Karena itu, warisan dan nilai manfaatnya harus terus dijaga,” pungkasnya.

Berita Terkait

1.800 Perangkat Desa Disiapkan Jadi Agen Perlindungan Sosial di Kabupaten Gorontalo
Sofyan Puhi Minta Jajaran Desa Satu Komando Tangani Persoalan Masyarakat
ASN Lapas Boalemo Ditangkap Bersama Pria 65 Tahun, Polisi Temukan Sabu di Kamar Kos
Irjen Nurworo Danang Jadi Kapolda Gorontalo, Ini Profil dan Perjalanan Kariernya
SPPG 3T Dulamayo Selatan Resmi Berdiri, Siap Serap Hasil Tani Lokal untuk Program Makan Bergizi Gratis
Kantongi Izin Kemenhub, UPTD KIR Yosonegoro Gelar Simulasi Operasional Sementara
Oknum Anggota Kevin Diduga Pengumpul Atensi PETI Sebanyak 11 Eksavator Dengan Atensi 30JT Pernit
Bupati Sofyan: Inovasi Daerah Jadi Pendorong Peningkatan Kinerja OPD

Berita Terkait

Monday, 5 October 2026 - 14:39 WITA

1.800 Perangkat Desa Disiapkan Jadi Agen Perlindungan Sosial di Kabupaten Gorontalo

Monday, 5 October 2026 - 14:35 WITA

Sofyan Puhi Minta Jajaran Desa Satu Komando Tangani Persoalan Masyarakat

Monday, 5 October 2026 - 08:56 WITA

ASN Lapas Boalemo Ditangkap Bersama Pria 65 Tahun, Polisi Temukan Sabu di Kamar Kos

Sunday, 4 October 2026 - 12:20 WITA

Irjen Nurworo Danang Jadi Kapolda Gorontalo, Ini Profil dan Perjalanan Kariernya

Friday, 2 October 2026 - 16:13 WITA

SPPG 3T Dulamayo Selatan Resmi Berdiri, Siap Serap Hasil Tani Lokal untuk Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru

Kab. Gorontalo

Sofyan Puhi Minta Jajaran Desa Satu Komando Tangani Persoalan Masyarakat

Monday, 5 Oct 2026 - 14:35 WITA