Kadis Sosial dan PMD Haris Suparto Tome Paparkan Strategi Percepatan 6 SPM yang Diselaraskan dengan Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Gorontalo

Thursday, 15 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

LIMBOTO, NEWSLINE. Id– Pemerintah Kabupaten Gorontalo mendorong penguatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai strategi mempercepat pemenuhan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), sekaligus mendukung visi pembangunan daerah, Restorasi Kabupaten Gorontalo Berkemajuan dan Berkelanjutan.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Gorontalo, Haris Suparto Tome, menjelaskan bahwa Posyandu kini diarahkan tidak hanya sebagai pusat pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga sebagai simpul pelayanan masyarakat yang terintegrasi, partisipatif, dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

website

SCROLL TO RESUME CONTENT

Enam bidang SPM yang menjadi fokus meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta pelindungan masyarakat, dan sosial.

“Posyandu dapat menjadi pintu masuk untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, memetakan persoalan pelayanan dasar, serta menghubungkan warga dengan perangkat daerah yang berwenang menanganinya,” papar Haris.

Menurutnya, paradigma baru Posyandu menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam pembangunan. Pelayanan diarahkan berdasarkan kebutuhan dan siklus hidup, mulai dari anak usia sekolah, ibu dan anak, keluarga, lanjut usia, penyandang disabilitas, hingga kelompok rentan lainnya.

Pada bidang pendidikan, Posyandu dapat membantu mengidentifikasi anak yang berisiko putus sekolah. Di bidang kesehatan, perannya mencakup pemantauan tumbuh kembang anak, pencegahan stunting, dan fasilitasi rujukan kesehatan.

Sementara itu, pada bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat, Posyandu dapat membantu memetakan kebutuhan air minum layak, sanitasi, akses jalan, serta kondisi rumah warga. Pada bidang ketenteraman dan pelindungan masyarakat, perannya dapat diperkuat melalui edukasi kesiapsiagaan bencana dan identifikasi kelompok rentan. Adapun pada bidang sosial, Posyandu membantu mengidentifikasi warga yang membutuhkan perlindungan dan pemberdayaan sosial.

Haris menegaskan, Posyandu berperan sebagai simpul identifikasi, edukasi, fasilitasi, dan penghubung pelayanan. Pemenuhan indikator formal SPM tetap menjadi tanggung jawab perangkat daerah sesuai tugas dan kewenangannya.

Untuk mempercepat pelaksanaan enam bidang SPM, Dinsos PMD mendorong lima strategi utama, yakni penguatan kelembagaan Posyandu dan kapasitas kader; integrasi data pelayanan dasar; konvergensi program lintas organisasi perangkat daerah (OPD); integrasi kebutuhan prioritas dalam perencanaan dan penganggaran; serta monitoring dan evaluasi berbasis hasil.

Keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan, tetapi juga dari kebutuhan masyarakat yang ditindaklanjuti, peningkatan akses pelayanan, dan perbaikan mutu layanan dasar.

Penguatan ini turut mengedepankan nilai Huyula atau gotong royong, sebagai kearifan lokal Gorontalo yang mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengidentifikasi persoalan, menentukan prioritas, serta mengawal tindak lanjut pelayanan.

Implementasinya dirancang melalui tahapan 100 hari. Pada 30 hari pertama, dilakukan konsolidasi kelembagaan, pendataan Posyandu aktif, serta pemetaan kebutuhan masyarakat. Hari ke-31 hingga ke-60 difokuskan pada peningkatan kapasitas kader, koordinasi lintas OPD, dan penyusunan mekanisme rujukan. Selanjutnya, hari ke-61 hingga ke-100 diarahkan pada pelaksanaan pelayanan terpadu di wilayah prioritas serta evaluasi tindak lanjut.

Tahapan tersebut menjadi rancangan operasional awal yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan kapasitas masing-masing desa atau kelurahan.

Dinsos PMD berperan memperkuat kelembagaan Posyandu, membina pemerintah desa, memfasilitasi pemberdayaan masyarakat, serta mendorong integrasi kebutuhan pelayanan dasar ke dalam perencanaan pembangunan desa. Pelaksanaannya dilakukan melalui koordinasi dengan OPD pengampu masing-masing bidang SPM.

Melalui penguatan kelembagaan, integrasi data, kolaborasi lintas sektor, dan partisipasi masyarakat, Posyandu diharapkan menjadi instrumen strategis dalam memperluas akses pelayanan dasar dan meningkatkan kualitas pembangunan manusia di Kabupaten Gorontalo.

Semangat yang diusung adalah satu Posyandu, satu keluarga, banyak manfaat menuju keluarga sehat, anak hebat, dan masyarakat berdaya dalam mewujudkan Restorasi Kabupaten Gorontalo Berkemajuan dan Berkelanjutan.

Berita Terkait

Wabup Tonny Junus: Pancasila Harus Menjadi Kompas Moral Restorasi Kabupaten Gorontalo
Zulfikar Usira: Sinergi DPRD dan TAPD Kunci Pembahasan APBD 2027
Zulfikar Usira: Pulanga Bukan Sekadar Penghormatan, tetapi Amanah Adat
Dua Hari Perkuat Posyandu, Maryam Sofyan Puhi Dorong Optimalisasi Enam Bidang SPM di Kabupaten Gorontalo
Dinkes Kab. Gorontalo Gelar Pelatihan Perawatan Jangka Panjang Lansia Bagi Nakes
Program UPLAND Berakhir, Bupati Sofyan Puhi Dorong Pisang Gapi Jadi Penggerak Ekonomi Petani
Bupati Sofyan Tekankan Penanganan Kematian Ibu-Bayi dan TBC, Kadinkes Afriyani Perkuat Pembinaan Posyandu
Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Badan Bahasa,Bupati Sofyan Puhi Dukung Penguatan Pelestarian Bahasa dan Sastra Daerah

Berita Terkait

Tuesday, 20 October 2026 - 10:45 WITA

Wabup Tonny Junus: Pancasila Harus Menjadi Kompas Moral Restorasi Kabupaten Gorontalo

Monday, 19 October 2026 - 14:24 WITA

Zulfikar Usira: Sinergi DPRD dan TAPD Kunci Pembahasan APBD 2027

Saturday, 17 October 2026 - 22:46 WITA

Zulfikar Usira: Pulanga Bukan Sekadar Penghormatan, tetapi Amanah Adat

Friday, 16 October 2026 - 19:17 WITA

Dua Hari Perkuat Posyandu, Maryam Sofyan Puhi Dorong Optimalisasi Enam Bidang SPM di Kabupaten Gorontalo

Friday, 16 October 2026 - 19:11 WITA

Dinkes Kab. Gorontalo Gelar Pelatihan Perawatan Jangka Panjang Lansia Bagi Nakes

Berita Terbaru

Advetorial

Bupati Sofyan Puhi Dorong Akses Permodalan UMKM Diperluas

Friday, 23 Oct 2026 - 08:49 WITA