LIMBOTO, NEWSLINE. Id– Pemerintah Kabupaten Gorontalo mendorong penguatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai strategi mempercepat pemenuhan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), sekaligus mendukung visi pembangunan daerah, Restorasi Kabupaten Gorontalo Berkemajuan dan Berkelanjutan.
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Gorontalo, Haris Suparto Tome, menjelaskan bahwa Posyandu kini diarahkan tidak hanya sebagai pusat pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga sebagai simpul pelayanan masyarakat yang terintegrasi, partisipatif, dan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Enam bidang SPM yang menjadi fokus meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta pelindungan masyarakat, dan sosial.
“Posyandu dapat menjadi pintu masuk untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, memetakan persoalan pelayanan dasar, serta menghubungkan warga dengan perangkat daerah yang berwenang menanganinya,” papar Haris.
Menurutnya, paradigma baru Posyandu menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam pembangunan. Pelayanan diarahkan berdasarkan kebutuhan dan siklus hidup, mulai dari anak usia sekolah, ibu dan anak, keluarga, lanjut usia, penyandang disabilitas, hingga kelompok rentan lainnya.
Pada bidang pendidikan, Posyandu dapat membantu mengidentifikasi anak yang berisiko putus sekolah. Di bidang kesehatan, perannya mencakup pemantauan tumbuh kembang anak, pencegahan stunting, dan fasilitasi rujukan kesehatan.
Sementara itu, pada bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat, Posyandu dapat membantu memetakan kebutuhan air minum layak, sanitasi, akses jalan, serta kondisi rumah warga. Pada bidang ketenteraman dan pelindungan masyarakat, perannya dapat diperkuat melalui edukasi kesiapsiagaan bencana dan identifikasi kelompok rentan. Adapun pada bidang sosial, Posyandu membantu mengidentifikasi warga yang membutuhkan perlindungan dan pemberdayaan sosial.
Haris menegaskan, Posyandu berperan sebagai simpul identifikasi, edukasi, fasilitasi, dan penghubung pelayanan. Pemenuhan indikator formal SPM tetap menjadi tanggung jawab perangkat daerah sesuai tugas dan kewenangannya.
Untuk mempercepat pelaksanaan enam bidang SPM, Dinsos PMD mendorong lima strategi utama, yakni penguatan kelembagaan Posyandu dan kapasitas kader; integrasi data pelayanan dasar; konvergensi program lintas organisasi perangkat daerah (OPD); integrasi kebutuhan prioritas dalam perencanaan dan penganggaran; serta monitoring dan evaluasi berbasis hasil.
Keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan, tetapi juga dari kebutuhan masyarakat yang ditindaklanjuti, peningkatan akses pelayanan, dan perbaikan mutu layanan dasar.
Penguatan ini turut mengedepankan nilai Huyula atau gotong royong, sebagai kearifan lokal Gorontalo yang mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengidentifikasi persoalan, menentukan prioritas, serta mengawal tindak lanjut pelayanan.
Implementasinya dirancang melalui tahapan 100 hari. Pada 30 hari pertama, dilakukan konsolidasi kelembagaan, pendataan Posyandu aktif, serta pemetaan kebutuhan masyarakat. Hari ke-31 hingga ke-60 difokuskan pada peningkatan kapasitas kader, koordinasi lintas OPD, dan penyusunan mekanisme rujukan. Selanjutnya, hari ke-61 hingga ke-100 diarahkan pada pelaksanaan pelayanan terpadu di wilayah prioritas serta evaluasi tindak lanjut.
Tahapan tersebut menjadi rancangan operasional awal yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan kapasitas masing-masing desa atau kelurahan.
Dinsos PMD berperan memperkuat kelembagaan Posyandu, membina pemerintah desa, memfasilitasi pemberdayaan masyarakat, serta mendorong integrasi kebutuhan pelayanan dasar ke dalam perencanaan pembangunan desa. Pelaksanaannya dilakukan melalui koordinasi dengan OPD pengampu masing-masing bidang SPM.
Melalui penguatan kelembagaan, integrasi data, kolaborasi lintas sektor, dan partisipasi masyarakat, Posyandu diharapkan menjadi instrumen strategis dalam memperluas akses pelayanan dasar dan meningkatkan kualitas pembangunan manusia di Kabupaten Gorontalo.
Semangat yang diusung adalah satu Posyandu, satu keluarga, banyak manfaat menuju keluarga sehat, anak hebat, dan masyarakat berdaya dalam mewujudkan Restorasi Kabupaten Gorontalo Berkemajuan dan Berkelanjutan.










