BANTAENG, Newsline,id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 mengajak siswa SD Inpres Sinoa, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, memanfaatkan limbah tutup botol plastik menjadi barang yang memiliki nilai guna.
Kegiatan tersebut dikemas melalui program kerja individu bertajuk “Ecokey: Pemanfaatan Tutup Botol Plastik Menjadi Gantungan Kunci” yang digagas Moh. Aryansyah Rizqullah Daenunu atau akrab disapa Arde.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program Ecokey dirancang sebagai bentuk edukasi lingkungan berbasis kreativitas untuk menumbuhkan kesadaran siswa sekolah dasar dalam mengurangi dan mengolah limbah plastik sejak dini.
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para siswa diajak mengubah cara pandang terhadap sampah plastik, khususnya tutup botol yang selama ini kerap dibuang begitu saja.
Melalui kegiatan tersebut, tutup botol plastik diperkenalkan bukan sekadar sebagai limbah, tetapi juga sebagai bahan yang dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna dan estetika.
Sebelum praktik, mahasiswa KKN memberikan pemahaman kepada siswa mengenai dampak penumpukan sampah plastik terhadap lingkungan dan ekosistem.
Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung. Para siswa diajarkan tahapan pemanfaatan tutup botol bekas, mulai dari memilah dan membersihkan bahan hingga mengolahnya menjadi gantungan kunci yang siap digunakan.
Antusiasme terlihat ketika para siswa berhasil menghasilkan karya dari bahan yang sebelumnya dianggap sebagai sampah.
Pihak sekolah dan jajaran guru SD Inpres Sinoa pun menyambut positif kegiatan tersebut. Program Ecokey dinilai menjadi salah satu bentuk pembelajaran kreatif yang dapat menggabungkan edukasi lingkungan dengan aktivitas keterampilan.
Arde mengatakan, program tersebut tidak hanya bertujuan menghasilkan produk kerajinan, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada anak-anak melalui kegiatan yang interaktif dan menyenangkan.
“Tujuan dari Program Ecokey ini adalah menyuguhkan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan sekaligus menanamkan karakter peduli lingkungan melalui konsep 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle,” ujar Arde.
Ia berharap, melalui program kerja individu tersebut, kebiasaan memilah dan memanfaatkan kembali limbah plastik dapat terus diterapkan para siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Kegiatan Ecokey sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unhas dalam mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, kreatif, dan berkelanjutan di Kabupaten Bantaeng.










