Nanda Poha Dorong Penguatan Komunikasi Pemimpin Gorontalo di Tengah Dinamika Politik Lokal

Thursday, 20 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GORONTALO, newsline.id — Tokoh muda Gorontalo yang juga mantan Ketua Umum PB HPMIG, Nanda Poha, mendorong penguatan komunikasi dan koordinasi antar pemimpin daerah di Gorontalo seiring munculnya sejumlah dinamika hubungan kerja di beberapa tingkatan pemerintahan. Dinamika tersebut terlihat di Kabupaten Bone Bolango, dalam hubungan antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Gorontalo, serta pada relasi antara Gubernur dan Wakil Gubernur.

Nanda, lulusan S1 Ilmu Komunikasi Universitas Pasundan yang kini menempuh pendidikan S2 Komunikasi Politik di Universitas Paramadina, menilai bahwa dinamika hubungan antar pemimpin merupakan hal yang wajar dalam sistem politik. Namun ia menekankan pentingnya menjaga alur komunikasi agar setiap perbedaan tidak berkembang menjadi mispersepsi publik.

“Di beberapa daerah, termasuk di Gorontalo, masyarakat sempat mencermati adanya perbedaan ritme komunikasi antar unsur pimpinan. Situasi seperti ini memerlukan ruang dialog yang lebih rutin,” ujar Nanda, Rabu (19/11).

ADVERTISEMENT

website

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut bahwa hubungan Gubernur dan Wakil Gubernur juga menjadi perhatian publik. Menurut Nanda, muncul persepsi tentang adanya perbedaan pandangan untuk menciptakan jarak antara keduanya. Ia menilai hal itu tidak harus dipandang sebagai ketegangan, tetapi sebagai sinyal perlunya komunikasi yang lebih intensif.

“Setiap pasangan kepala daerah bisa saja memiliki perbedaan pandangan teknis. Tantangannya adalah memastikan tidak ada ruang bagi pihak luar untuk menafsirkan perbedaan itu sebagai ketidaksinkronan,” kata Nanda.

Terkait hubungan antara Gubernur dan Wali Kota Gorontalo, Nanda menyampaikan bahwa keselarasan kebijakan antara provinsi dan kota penting untuk menjaga efektivitas program pembangunan. Menurutnya, beberapa isu yang muncul belakangan dapat dikelola melalui penyelarasan agenda dan pertemuan koordinatif.

“Koordinasi provinsi dan kota harus tetap dijaga. Program lintas sektor memerlukan komunikasi yang konsisten agar tidak menimbulkan kesenjangan persepsi,” ujarnya.

Untuk Bone Bolango, Nanda menyebut bahwa pembelajaran dari pengalaman sebelumnya menunjukkan perlunya struktur komunikasi yang lebih tertata, terutama pada agenda yang membutuhkan kolaborasi antar pimpinan.

Ia menambahkan bahwa Gorontalo sebenarnya memiliki modal sosial untuk menyelesaikan dinamika seperti ini. Salah satunya adalah nilai kearifan lokal dulohupa, yang menempatkan musyawarah sebagai instrumen utama penyelesaian perbedaan.

“Kearifan lokal seperti dulohupa merupakan bagian dari identitas Gorontalo. Prinsip musyawarah itu sangat relevan untuk menjaga keselarasan hubungan antar pemimpin,” kata Nanda.

Ia menyarankan langkah teknis berupa pertemuan rutin, penyelarasan pesan komunikasi publik, peningkatan kehadiran bersama pada agenda strategis, serta penggunaan kanal komunikasi internal untuk mencegah salah tafsir.

“Kepercayaan masyarakat meningkat ketika melihat pemimpinnya berada pada satu garis koordinasi. Konsistensi komunikasi adalah kunci,” ujarnya.

Nanda berharap seluruh pihak menjaga suasana kondusif agar para pemimpin dapat menjalankan tugas tanpa gangguan persepsi.

“Kita perlu memberi ruang bagi pemimpin daerah untuk memperkuat koordinasi. Komunikasi yang terjaga akan memperkuat stabilitas dan mendukung percepatan pembangunan di Gorontalo,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

1.800 Perangkat Desa Disiapkan Jadi Agen Perlindungan Sosial di Kabupaten Gorontalo
Sofyan Puhi Minta Jajaran Desa Satu Komando Tangani Persoalan Masyarakat
ASN Lapas Boalemo Ditangkap Bersama Pria 65 Tahun, Polisi Temukan Sabu di Kamar Kos
Irjen Nurworo Danang Jadi Kapolda Gorontalo, Ini Profil dan Perjalanan Kariernya
SPPG 3T Dulamayo Selatan Resmi Berdiri, Siap Serap Hasil Tani Lokal untuk Program Makan Bergizi Gratis
Kantongi Izin Kemenhub, UPTD KIR Yosonegoro Gelar Simulasi Operasional Sementara
Oknum Anggota Kevin Diduga Pengumpul Atensi PETI Sebanyak 11 Eksavator Dengan Atensi 30JT Pernit
Bupati Sofyan: Inovasi Daerah Jadi Pendorong Peningkatan Kinerja OPD

Berita Terkait

Monday, 5 October 2026 - 14:39 WITA

1.800 Perangkat Desa Disiapkan Jadi Agen Perlindungan Sosial di Kabupaten Gorontalo

Monday, 5 October 2026 - 14:35 WITA

Sofyan Puhi Minta Jajaran Desa Satu Komando Tangani Persoalan Masyarakat

Monday, 5 October 2026 - 08:56 WITA

ASN Lapas Boalemo Ditangkap Bersama Pria 65 Tahun, Polisi Temukan Sabu di Kamar Kos

Sunday, 4 October 2026 - 12:20 WITA

Irjen Nurworo Danang Jadi Kapolda Gorontalo, Ini Profil dan Perjalanan Kariernya

Friday, 2 October 2026 - 16:13 WITA

SPPG 3T Dulamayo Selatan Resmi Berdiri, Siap Serap Hasil Tani Lokal untuk Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru

Kab. Gorontalo

Sofyan Puhi Minta Jajaran Desa Satu Komando Tangani Persoalan Masyarakat

Monday, 5 Oct 2026 - 14:35 WITA