POHUWATO, newsline.id, — Operasi penangkapan alat berat di Alamotu Minggu, 19 April 2024 Diduga atas perintah Perusahaan Pani Gold Projek (PGP).
Berdasarkan pantauan awak media terdapat 6 orang personil Intrelkam Polres Pohuwato yang dibantu oleh Pengamanan Perusahaan PGP Mendatangi pemilik lokasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Hasna pemilik lokasi Penangkapan itu dilakukan dengan tidak menjamin penutupan terhadap dirinya sendiri.
“Saya ini baru masuk semalam, tadi baru bekerja 2 jam dorang datang suruh turun, padahal saya naik itu sudah komunikasi sama pihak perusahaan kalau bisa menaikkan alat, kata mereka bisa kase nae saja, tiba-tiba dorong (mereka) jadi datang ba tangkap,” Jelasnya.
“Sebelum di bawah alatnya saya mereka (Polres), bilang “kase kamari p torang itu isi lo karpet yang ada siram supaya ti ibu jadi mo aman” Ungkapnya lagi.
“terus alat saya itu tidak ada operatornya dan kunci alatnya di bawah, tidak tau saya liat dorang jadi angka utama itu Eksavator katanya untuk menyelidiki” jelas ibu itu.
Setelah di telusuri alat tersebut di ambil menggunakan kunci alat pihak perusahaan.
” kan alat saya itu Hyunday jadi semua kunci sama, makanya dorang (Personil Polres) datang ambe pakai kunci alat Perusahaan PGP” Terangnya lagi.
“Setelah itu dorang (intel Polres) jadi nae oto Perusahaan, dan saya tahu ini laporan dari pihak perusahaan terhadap saya, kenapa begitu karena lokasi saya ini belum dilakukan pembayaran oleh mereka, cuman karena saya masih bertahan di lokasi itu makanya mereka tidak menerima”tutup ibu itu sambil menangis.(Isjan)











