Limboto, NEWSLINE.ID– Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gorontalo resmi menggelar Konferensi Khusus Tahun 2026 sekaligus melaksanakan Pembentukan Pengurus PGRI Cabang Khusus SMA dan Pendidikan Khusus (Diksus) Masa Bakti V (2025–2030). Agenda strategis yang berlangsung di Gedung PGRI Kabupaten Gorontalo pada Kamis (8/10/2026) ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi dan solidaritas para pendidik di tingkat SMA dan SLB.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Camat Limboto, Rizal Botutihe, yang juga bertindak sebagai Dewan Pembina PGRI Cabang Limboto. Turut hadir Ketua PGRI Kabupaten Gorontalo Rapiah Bahuwa, M.Pd., Pembina PGRI Kabupaten Gorontalo Drs. Jhon Rahman, M.Pd., Ketua MKKS SMA/Diksus Ahmad Sutu, serta para kepala sekolah dan utusan guru se-Kabupaten Gorontalo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Camat Limboto Rizal Botutihe memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya konferensi ini. Beliau menegaskan bahwa pembentukan cabang khusus ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat wadah perjuangan profesi guru sekaligus meningkatkan mutu pendidikan daerah.
“PGRI harus terus menjaga kekompakan dan kebersamaan untuk membina pendidikan yang berkarakter. Sinergitas, komunikasi, dan koordinasi yang harmonis antara organisasi profesi guru dan pemerintah daerah harus senantiasa terjaga agar pembangunan pendidikan berjalan seiring dan sejalan,” ujar Rizal.
Senada dengan hal tersebut, Ketua MKKS SMA/Diksus Kabupaten Gorontalo, Ahmad Sutu, mengungkapkan bahwa pembentukan cabang khusus ini memberikan kejelasan orientasi dan arah berorganisasi bagi para guru SMA/SLB pascapemindahan kewenangan dari kabupaten ke tingkat provinsi pada 2016/2017 lalu.
“Konferensi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wadah untuk menyatukan persepsi antara MKKS dan PGRI. Kami mengapresiasi inisiasi Ketua PGRI Kabupaten Gorontalo sehingga jajaran pendidik jenjang SMA dan SLB kini memiliki wadah resmi yang jelas untuk berpartisipasi dan berkolaborasi,” ungkap Ahmad.
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Gorontalo, Rapiah Bahuwa, M.Pd., menekankan bahwa forum ini merupakan bagian dari konsolidasi organisasi guna mengoptimalkan perlindungan dan pelayanan kepada anggota. Dalam kesempatan tersebut, beliau memaparkan penerapan 10 Program Mandatory Pengurus Besar PGRI yang diselaraskan dengan visi daerah, “Pendidikan PGRI Berkemajuan dan Berkelanjutan”.
“PGRI adalah rumah besar kita bersama. Setelah pembentukan cabang khusus ini, pengurus terpilih harus langsung bergerak cepat menyelesaikan tugas-tugas pokok, mulai dari pendataan keanggotaan terintegrasi, penataan tata kelola keuangan yang transparan, hingga persiapan menyambut HUT ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2026,” tegas Rapiah.
Beliau juga mengingatkan agar kepengurusan yang terbentuk tidak hanya sekadar nama di atas kertas, tetapi hadir nyata sebagai penggerak yang responsif terhadap kebutuhan para guru di Kabupaten Gorontalo.










