POHUWATO, newsline.id,– Pernyataan Rektor Universitas Pohuwato (UNIPO) menjadi sorotan tajam setelah dinilai mengeluarkan kalimat yang tidak pantas saat menanggapi aspirasi mahasiswa. Dalam sebuah diskusi terkait kemajuan pembangunan masjid kampus, Rektor diduga melontarkan pernyataan yang menyerang ranah pribadi mahasiswa.
Berdasarkan rekaman yang beredar di kalangan Mahasiswa Universitas Pohuwato itu memicu berbagai kritikan.
Kejadian ini bermula saat sejumlah mahasiswa, khususnya dari Fakultas Hukum, transparansi dan kelanjutan pembangunan masjid di lingkungan universitas. Bukannya mendapatkan penjelasan teknis, siswa tersebut justru menerima teguran keras yang membawa-bawa peran orang tua mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kau ini tidak diajari oleh orang tuamu,” ujar Rektor dalam potongan pembicaraan yang beredar, berdasarkan keterangan Saksi mata dan rekaman.
Tak berhenti di situ, Rektor juga melontarkan pernyataan generalis yang menyasar mahasiswa dari fakultas hukum. Ia menyebut bahwa sikap kritis yang ditunjukkan merupakan tabiat umum mahasiswa fakultas tersebut.
“Memang semua mahasiswa hukum ini begini,” lanjutnya, yang kemudian memicu reaksi negatif dari kalangan sivitas akademika dan alumni.
Pernyataan tersebut dianggap sebagai bentuk pembungkaman terhadap daya kritis siswa. Beberapa hal yang disetujui yang disampaikan oleh perwakilan mahasiswa yang enggan disebutkan namanya menyebutkan antara lain:
1. Rektor dianggap gagal memisahkan substansi pertanyaan dengan sentimen pribadi.
2. Generalisasi terhadap Mahasiswa Hukum dinilai merusak citra fakultas dan mengabaikan nilai-nilai akademis.
3. Sebagai pimpinan tertinggi di universitas, Rektor seharusnya menjadi teladan dalam berkomunikasi, bukan justru menyerang latar belakang keluarga mahasiswa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Universitas Pohuwato belum memberikan klarifikasi resmi mengenai konteks penuh dari pernyataan tersebut atau apakah akan ada upaya mediasi dengan pihak mahasiswa.
Sementara itu, gelombang protes di media sosial terus mengalir, tuntutan permohonan maaf terbuka dari sang Rektor atas pernyataan yang dianggap diskriminatif dan tidak edukatif tersebut.(Tim)










