Gorontalo, Newsline.id– Pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI Bidang Aneka Palma, Prof. Nelson Pomalingo menghadiri pembukaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Lapangan GOR David-Tonny, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/6).
Kehadiran mantan Bupati Gorontalo dua periode tersebut menjadi bagian dari dukungan berbagai elemen terhadap suksesnya pelaksanaan agenda nasional yang mempertemukan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Prof. Nelson menilai PENAS XVII bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum strategis untuk memperkuat masa depan pertanian Indonesia sekaligus memperkenalkan potensi besar yang dimiliki Gorontalo kepada masyarakat nasional.
Menurutnya, daerah harus mampu memanfaatkan perhelatan berskala nasional ini sebagai sarana promosi daerah, ruang berbagi inovasi, dan pintu masuk investasi yang dapat mempercepat pembangunan sektor pertanian.
“PENAS bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi kesempatan besar untuk mempromosikan Gorontalo, menjadi ruang belajar bersama, sekaligus membuka peluang investasi yang akan berdampak pada kemajuan sektor pertanian di masa mendatang,” ujar Prof. Nelson.
Sebagai Pengurus DPN HKTI Bidang Aneka Palma , Prof. Nelson mendorong terbangunnya kemitraan yang semakin kuat antara pemerintah daerah, organisasi petani, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya agar pembangunan pertanian dapat berjalan lebih efektif, modern, dan berkelanjutan.
Ia berharap dampak penyelenggaraan PENAS XVII tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan semata, tetapi mampu melahirkan investasi baru, mempercepat modernisasi pertanian, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia pertanian di Gorontalo.
“Pada akhirnya, tujuan besar yang ingin dicapai adalah menghadirkan sektor pertanian yang maju, petani yang sejahtera, dan daerah yang semakin berdaya saing,” tutupnya.
PENAS XVII sendiri menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama mewujudkan swasembada pangan nasional melalui kolaborasi antara pemerintah, organisasi petani, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat.










