POHUWATO, newsline.id –Belum usai simpang siurnya informasi dari 7 alat berat jenis Excavator yang di Police Line di areal PETI DAM , Kini Publik di hebohkan lagi dengan beredarnya rekaman status dari salah satu Oknum Staf Kapolres Pohuwato Inisial DA yang menampilkan deretan Story WhatsApp bahwasanya ia baru saja melakukan transaksi jual-beli emas dengan membawa uang mencapai Milyaran rupiah dengan pecahan seratusan dan lima puluh ribuan. (04/04/2026)
Bahkan lebih menghebohkan lagi dengan lugas ia menyatakan dalam status whatsapp nya telah berhasil merusak Harga pasar.
Setelah di konfirmasi, yang bersangkutan menjelaskan bahwa dia berani membuat pernyataan dan video tersebut karena merupakan poksi dari tugas untuk membongkar perputaran jual-beli emas ilegal yang kini makin marak di kalangan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya sengaja memposting itu karena satintelkam Polres Pohuwato memang sedang gencar mencari gembong penjual dan pembeli emas ilegal” Ungkapnya.
Seperti yang di ketahui bersama, Polres Pohuwato baru-baru ini melalui atensi dari Polda Gorontalo gencar melakukan penertiban di beberapa Lokasi yang di duga terdapat aktivitas Pertambangan ilegal di wilayah Pohuwato. Namun isu panas yang dengan cepat menyebar ini membuat banyak spekulasi publik hingga masyarakat menilai dugaan keterlibatan Anggota Polres ini makin membuat tensi di masyarakat semakin memanas. mengingat banyaknya kasus-kasus fatal di lapangan belum juga menemui titik terang.
Fenomena viral ini lantas membuat Forum pemuda Gorontalo fikri palawa Bicara.”Kalaupun itu merupakan tugas intelijen setidaknya oknum tersebut berkoordinasi dengan teman-teman sehingga tidak membuat kegaduhan. Hal ini malah terlihat bukan merupakan bagian dari tugas dan di duga memang berpotensi memiliki keyerlibatan secara nyata” Ungkapnya.
fikri palawa menyayangkan kejadian ini menjadi gadih sehingga membuat masyarakat pun menilai bahwa Citra kinerja Polres Pohuwato Buruk.
“Rentetan persoalan PETI yang banyak menggantung dan simpang-siur saja sudah membuat masyarakatnya tidak interest lagi dengan kinerja Polres, apalagi di tambah-tambah dengan kasus ini, jelas masyarakat berpikir dia yang berkokok dia pula yang bertelur, jadi jangan salahkan jika persoalan ini menambah Citra Buruk Polisi Mopiyohu” Tutup nya.











