Adaptasi Pesisir Gorontalo: Gotong Royong dan Kearifan Lokal Lawan Ancaman Banjir

Friday, 19 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline, Gorontalo – Kota Gorontalo yang dilintasi tiga sungai besar yaitu Sungai Bone, Sungai Bulango, dan Sungai Tamalate sering rutin dilanda banjir dan genangan air, terutama di kelurahan rawan seperti Ipilo, Bugis, Pilolodaa, dan Tenda, menyebabkan kerusakan bangunan, kematian ternak, serta gangguan kesehatan masyarakat yang parah.​

Banjir tidak hanya menghancurkan infrastruktur fisik seperti rumah dan jalan, tapi juga memicu wabah penyakit berbasis air yang dominan, termasuk diare, muntaber, leptospirosis, serta gatal-gatal akibat sanitasi buruk dan air tercemar.

Hilangnya penghasilan menjadi pukulan telak bagi warga yang bergantung pada pertanian, perdagangan, dan nelayan, sementara 94 persen responden dalam kajian menyadari banjir sebagai bencana berulang tahunan, meskipun 36 persen masih kurang memahami akar penyebabnya yang memperlemah respons cepat.​

ADVERTISEMENT

website

SCROLL TO RESUME CONTENT

Potensi banjir tinggi berasal dari faktor hidrologis kota yang berada di wilayah Khatulistiwa rawan hidrometeorologi, ditambah luapan tiga sungai utama akibat curah hujan ekstrem.

Aktivitas antropogenik memperburuk situasi melalui pembuangan sampah sembarangan yang menyumbat aliran sungai, konversi bantaran sungai menjadi permukiman ilegal, serta minimnya inisiatif masyarakat dalam pembersihan saluran air, selaras dengan data BNPB yang mencatat 1.518 kejadian banjir terbanyak di Indonesia sepanjang 2020.​

Kajian mengusulkan pendekatan non-struktural yang mengandalkan partisipasi aktif masyarakat, seperti larangan ketat membuang sampah ke sungai untuk cegah penyumbatan, penanaman serta pemeliharaan pohon di sekitar bantaran dan halaman rumah guna tingkatkan infiltrasi air hujan, serta pembersihan rutin saluran air dari lumpur dan vegetasi.

Upaya tambahan mencakup penghentian penebangan liar di hutan hulu untuk kurangi limpasan permukaan, mencerminkan adaptasi fisik dan non-fisik berbasis persepsi warga yang memilih bertahan di zona rawan banjir.​

Kolaborasi pemerintah daerah dengan masyarakat menjadi kunci utama, melalui peningkatan kapasitas adaptasi via pelatihan reguler, penyebaran informasi kebencanaan secara transparan lewat sosialisasi dan media lokal, serta penguatan kesiapsiagaan berbasis kearifan lokal seperti gotong royong membersihkan sungai yang sudah menjadi tradisi turun-temurun.

Strategi ini lahir dari analisis persepsi masyarakat terhadap bencana di wilayah kemaritiman, menjadikan kesadaran kolektif sebagai fondasi ketahanan berkelanjutan yang mengurangi risiko dampak berulang

Berita Terkait

OTT Bukan Solusi Akhir: Saatnya Membenahi Sistem, Bukan Sekadar Menangkap
Maxim Kwandang Gelar Kuis Promosi, Ajak Masyarakat Lebih Dekat dengan Layanan Transportasi Online
Rusli Habibie Tinjau Proyek Strategis Nasional Bulango Ulu
Coverage Kepesertaan Jamsostek Gorontalo 54 Persen, Wakajati Tegaskan Jaksa Mitra Strategis BPJS Ketenagakerjaan
PASSA 2025 Jadi Bukti Komitmen Al-Fallah Kembangkan Kreativitas Santri
PASSA 2025 Berlangsung Meriah, Santri Al-Fallah Tampilkan Ragam Pertunjukan
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAAW 1447 H di Gorontalo, Momentum Doa untuk Keselamatan Bangsa
Andi Ilham Yakin Kehadiran Aldi Uloli Jadi Titik Balik Kadin Gorontalo

Berita Terkait

Friday, 13 February 2026 - 06:02 WITA

OTT Bukan Solusi Akhir: Saatnya Membenahi Sistem, Bukan Sekadar Menangkap

Saturday, 10 January 2026 - 19:19 WITA

Maxim Kwandang Gelar Kuis Promosi, Ajak Masyarakat Lebih Dekat dengan Layanan Transportasi Online

Monday, 5 January 2026 - 21:09 WITA

Rusli Habibie Tinjau Proyek Strategis Nasional Bulango Ulu

Saturday, 20 December 2025 - 14:16 WITA

Coverage Kepesertaan Jamsostek Gorontalo 54 Persen, Wakajati Tegaskan Jaksa Mitra Strategis BPJS Ketenagakerjaan

Friday, 19 December 2025 - 15:16 WITA

Adaptasi Pesisir Gorontalo: Gotong Royong dan Kearifan Lokal Lawan Ancaman Banjir

Berita Terbaru

Gorontalo

Polisi diminta Usut Pemilik Alat Berat Peti Sambati

Thursday, 4 Jun 2026 - 15:12 WITA