NEWSLINE.ID, KABUPATEN GORONTALO – Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fallah, Dr. Munkizul Umam Kau, S.Fil.I, M.Phil., mengungkapkan bahwa Pagelaran Akbar Seni Santri Al-Fallah (PASSA) 2025 merupakan hasil perkembangan kegiatan sederhana yang sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu.
Kegiatan yang kini menjadi ajang besar tahunan itu, menurutnya, bermula dari kegiatan para santri yang mengadakan acara seni setiap malam Jumat.
“Memang diawali kecil-kecilan dulu. Sebenarnya ini berasal dari kegiatan anak-anak pada malam Jumat. Karena hari Jumat mereka libur, mereka mengadakan acara seni setiap malam Jumat,” ujarnya dalam Usai PASSA 2025, Minggu malam (11/10/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dr. Munkizul menjelaskan, ide mengadakan acara besar ini muncul dari keinginan para santri untuk menyalurkan kreativitas di sela-sela rutinitas padat mereka.
“Tujuannya karena anak-anak selama 1×24 jam berada di bawah binaan para ustaz dan ustazah. Mereka merasa jenuh juga karena kegiatannya hanya berputar dari menghafal Al-Qur’an, hadis, dan mahfuzat. Lalu ide dari mereka sendiri muncul, bagaimana kalau bikin satu acara besar? Saya langsung setuju, apalagi pimpinan santri juga mendukung,” tuturnya.
PASSA pertama kali digelar pada tahun 2021, meskipun saat itu belum semeriah tahun ini. Sejak itu, kegiatan ini terus berkembang menjadi ajang tahunan yang dinantikan, dengan persiapan intensif yang melibatkan santri, mahasiswa, dan para pembina pesantren.
“Alhamdulillah, kerja keras para santri, mahasiswa, dan ustazah luar biasa. Tahun ini mereka berlatih selama 48 hari untuk menampilkan yang terbaik malam ini,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Munkizul juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan kegiatan ini.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh asatidz dan ustazah yang membina anak-anak selama kurang lebih 48 hari, juga kepada bapak-ibu yang telah mendukung kami, baik secara finansial maupun moril. Dan terima kasih kepada para wali santri yang dengan ikhlas melepas anak-anak untuk berkreativitas malam ini,” ungkapnya.
Selain kegiatan PASSA, Pondok Pesantren Al-Fallah juga mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada September lalu, pesantren ini menjadi **satu-satunya perwakilan dari Provinsi Gorontalo** yang mengikuti Jambore Islam Dunia di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta.
“Dari Provinsi Gorontalo hanya Pondok Pesantren Al-Fallah yang ikut, dan malam ini plakat yang dibawa oleh anak-anak dan para pembina akan kami tampilkan,” tambahnya.
PASSA 2025 menjadi bukti komitmen Pondok Pesantren Al-Fallah dalam menumbuhkan keseimbangan antara pendidikan agama dan pengembangan bakat seni, menjadikan santri tidak hanya religius, tetapi juga kreatif dan berdaya saing.
Penulis : Rendi Tabingo










