Janji Bupati Dipertanyakan, Penambang Pohuwato Mulai Murka

Saturday, 16 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POHUWATO,newsline.id – Kekecewaan ribuan penambang tradisional di Pohuwato mulai memuncak. Setelah tiga hari bertahan dalam aksi besar-besaran di Kantor Bupati Pohuwato, massa akhirnya membubarkan diri karena dijanjikan akan bertemu langsung dengan Bupati untuk membahas nasib tambang rakyat.

Namun hingga Sabtu (16/5/2026), janji itu belum juga ditepati.

Situasi tersebut memicu kemarahan di kalangan penambang kecil yang merasa hanya diberi harapan tanpa kepastian. Padahal massa sebelumnya memilih meninggalkan lokasi aksi secara damai demi menghormati aturan unjuk rasa dan menjaga situasi tetap kondusif.

ADVERTISEMENT

website

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pendiri LSM LABRAK, Sonni Samoe, menegaskan pembubaran massa bukan berarti perjuangan mereka berakhir. Menurutnya, masyarakat memilih mundur karena ada komitmen pemerintah daerah untuk membuka dialog bersama tokoh penambang rakyat.

“Kami membubarkan diri bukan karena perjuangan selesai, tetapi karena kami menghormati aturan. Sudah masuk hari libur dan kami tidak ingin aksi melanggar ketentuan UNRAS. Ditambah lagi ada janji bahwa Bupati akan menemui para tokoh penambang. Tapi sampai hari ini belum ada kepastian,” tegas Sonni.

Ia menyebut masyarakat penambang telah menunjukkan itikad baik dengan menjaga aksi tetap damai dan tertib. Karena itu, pemerintah daerah diminta tidak mengabaikan komitmen yang telah disampaikan kepada massa aksi.

“Rakyat sudah menunjukkan itikad baik dengan membubarkan diri secara tertib. Maka pemerintah juga harus menunjukkan itikad yang sama dengan menepati janji untuk menemui masyarakat,” lanjutnya.

Polemik tambang rakyat di Pohuwato kini dinilai semakin sensitif karena menyangkut mata pencaharian banyak warga. Keterlambatan dialog disebut mulai memunculkan ketidakpercayaan terhadap pemerintah daerah.

LSM LABRAK bahkan memperingatkan potensi gelombang aksi lanjutan jika pemerintah terus dianggap mengabaikan aspirasi masyarakat penambang tradisional.

“Jangan sampai rakyat merasa hanya dibungkam dengan janji. Pemerintah harus segera hadir sebelum situasi berkembang lebih besar,” pungkas Sonni.

Berita Terkait

Satreskrim Polres Boalemo Gagalkan Pengiriman 70 Galon Solar Subsidi
Cegah Korupsi hingga Pungli, Pemkab Gorontalo Perkuat Integritas Aparat di Lini Pelayanan
Viral di Medsos, Oknum Nakes RS Bumi Panua Diduga Jalin Hubungan dengan Suami Orang
Maryam Sofyan Puhi: 1.000 HPK Jadi Investasi Generasi Emas
Surah Yasin dan Al-Matsurat Menguatkan Semangat Pengabdian ASN Kabupaten Gorontalo
Mahmud Bobihu: Isbat Wakaf Pertama di Indonesia Perkuat Kepastian Hukum Aset Wakaf
Tiga Siswa MAN IC Gorontalo Wakili Indonesia di Olimpiade Standar Internasional di Korea Selatan
Transformasi Posyandu di Kabupaten Gorontalo, Maryam Sofyan Puhi Dorong Pemenuhan Enam Bidang Standar Pelayanan Minimal

Berita Terkait

Friday, 7 August 2026 - 23:15 WITA

Satreskrim Polres Boalemo Gagalkan Pengiriman 70 Galon Solar Subsidi

Friday, 7 August 2026 - 20:18 WITA

Cegah Korupsi hingga Pungli, Pemkab Gorontalo Perkuat Integritas Aparat di Lini Pelayanan

Friday, 7 August 2026 - 16:55 WITA

Viral di Medsos, Oknum Nakes RS Bumi Panua Diduga Jalin Hubungan dengan Suami Orang

Friday, 7 August 2026 - 12:51 WITA

Maryam Sofyan Puhi: 1.000 HPK Jadi Investasi Generasi Emas

Friday, 7 August 2026 - 08:45 WITA

Surah Yasin dan Al-Matsurat Menguatkan Semangat Pengabdian ASN Kabupaten Gorontalo

Berita Terbaru

Kab. Gorontalo

Maryam Sofyan Puhi: 1.000 HPK Jadi Investasi Generasi Emas

Friday, 7 Aug 2026 - 12:51 WITA